Menu

Mode Gelap
Maulid Nabi di Lubuk Pandan: Di Balik Lamang dan Tabuik Ada Warisan Syekh Burhanuddin Polresta Padang Luncurkan Tim Patroli Perintis Presisi dan Samapta Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

Ekonomi dan Bisnis

Harga TBS Sawit Sumbar Masih Tinggi, Dharmasraya Tembus Rp4.050 dan Pasaman Barat Rp3.942

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Harga TBS Sawit Sumbar Masih Tinggi, Dharmasraya Tembus Rp4.050 dan Pasaman Barat Rp3.942 Perbesar

Covesia.co.id — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di dua sentra perkebunan Sumatera Barat yakni di Dharmasraya dan Pasaman Barat, masih berada pada level tinggi.

Harga tertinggi di Dharmasraya kembali menembus Rp4.050 per kilogram, sedangkan Pasaman Barat bertahan di angka Rp3.942,33 per kilogram.

Di Dharmasraya, harga Rp4.050 per kilogram berlaku berdasarkan laporan harga pembelian TBS oleh perusahaan kelapa sawit per Jumat (28/8/2026). Angka tersebut menjadi harga tertinggi dalam daftar harga yang dirilis untuk wilayah tersebut.

Kenaikan ini membuat harga TBS Dharmasraya kembali berada di atas level Rp4.000 per kilogram setelah sebelumnya mengalami perubahan dalam penetapan harian.

Harga tertinggi tercatat pada salah satu perusahaan yang menjadi acuan dalam laporan harga TBS daerah.

Sementara itu, harga TBS di Pasaman Barat berdasarkan pembaruan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) per Kamis (27/8/2026) mencapai Rp3.942,33 per kilogram.

Harga tersebut menjadi yang tertinggi dari sejumlah perusahaan yang dipantau pemerintah daerah.

Di Pasaman Barat, harga Rp3.942,33 per kilogram berlaku untuk TBS kategori mitra plasma di sejumlah perusahaan, antara lain PT Bina Tani Nusantara, PT Agrowiratama, PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri dan PT Laras Internusa.

Harga yang sama juga tercatat untuk kategori mitra swadaya di PT Rimbo Panjang Sumber Makmur dan PT Gunung Sawit Abadi.

Sementara harga TBS kategori nonmitra berada pada kisaran Rp3.210 hingga Rp3.400 per kilogram.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp107,67 per kilogram antara harga tertinggi TBS Dharmasraya dan Pasaman Barat.

Di Dharmasraya, perbedaan harga antarperusahaan juga cukup besar. Untuk kategori nonmitra, harga terendah tercatat Rp3.160 per kilogram di PT Incasi Pangian.

Sementara PT HKI dan PT DL masing-masing berada pada Rp3.460 per kilogram.

Perbedaan tersebut menunjukkan harga yang diterima petani tidak hanya dipengaruhi oleh daerah, tetapi juga status kemitraan dan perusahaan tempat TBS dijual.

Di Pasaman Barat, kondisi serupa terjadi. Harga tertinggi Rp3.942,33 per kilogram tidak berlaku untuk seluruh petani, karena terdapat perbedaan berdasarkan pola kemitraan dan perusahaan penerima TBS.

Harga terendah dalam pembaruan 27 Agustus tercatat Rp3.210 per kilogram.

Untuk produk brondolan, Pasaman Barat menetapkan harga Rp3.800 per kilogram pada PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.

Kondisi harga tersebut menjadi kabar positif bagi pekebun sawit karena nilai jual TBS masih berada pada level tinggi.

Namun, petani tetap perlu memperhatikan harga aktual di tingkat perusahaan karena harga acuan berbeda menurut kategori kebun dan perusahaan pembeli.

Jika dibandingkan, Dharmasraya saat ini mencatat harga tertinggi Rp4.050 per kilogram, sementara Pasaman Barat Rp3.942,33 per kilogram.

Selisihnya tidak terlalu besar, tetapi menunjukkan harga TBS di dua daerah sentra sawit Sumbar masih berada pada level yang relatif kuat.

Perkembangan harga selanjutnya akan tetap bergantung pada perubahan harga komoditas sawit dan mekanisme penetapan harga di masing-masing daerah. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

BP3MI Sumbar Ikuti Kick Off SMK Go Global, Targetkan 500 Ribu Calon PMI hingga 2029

27 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dari Catering, Jatuh, Lalu Bangkit, Kini Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh Terus Melangkah Maju

23 Agustus 2026 - 18:51 WIB

OJK Sumbar Dorong Budaya Menabung di Hari Indonesia Menabung 2026

22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Ekonom Unand Soal Debitur Bermasalah, Pengetatan Kredit Bisa Jadi Boomerang

20 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Pagi Ini 20 Juli 2026,Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,610 Juta

20 Juli 2026 - 10:18 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis