Menu

Mode Gelap
Maulid Nabi di Lubuk Pandan: Di Balik Lamang dan Tabuik Ada Warisan Syekh Burhanuddin Polresta Padang Luncurkan Tim Patroli Perintis Presisi dan Samapta Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

Lingkungan

Kualitas Udara di Sumbar Mulai Kurang Sehat, Polusi Tertinggi di Sawahlunto

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Kualitas Udara di Sumbar Mulai Kurang Sehat, Polusi Tertinggi di Sawahlunto Perbesar

Covesia.co.id — Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mulai memburuk seiring masuknya kabut asap dari provinsi tetangga.

Sejumlah daerah bahkan telah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan pemantauan kualitas udara berbasis AQI.

Pemantauan IQAir yang diakses pada Selasa (25/8/2026) menunjukkan empat wilayah di Sumbar berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Yaitu di wilayah Talawi, Kota Sawahlunto dengan AQI 132 dan PM2.5 48,1 µg/m³; Payakumbuh dengan AQI 122 dan PM2.5 44,3 µg/m³; Solok dengan AQI 120 dan PM2.5 43,1 µg/m³; serta Padang Panjang dengan AQI 102 dan PM2.5 36,2 µg/m³.

Sementara itu, Bukittinggi tercatat pada AQI 99, Padang 89, dan Pariaman 79. Ketiganya masih berada dalam kategori sedang pada pemantauan tersebut.

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan Pemerintah Provinsi Sumbar yang menyebut sejumlah daerah mulai terdampak kabut asap kiriman dari wilayah tetangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, mengatakan daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, serta sebagian wilayah Tanah Datar dan Solok.

“Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga,” kata Tasliatul di Padang, Rabu (26/8/2026).

Menurut Tasliatul, kabut asap tersebut berasal dari provinsi tetangga, terutama Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan, bukan berasal dari peningkatan aktivitas karhutla di Sumbar.

Data Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14–23 Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.281 titik api di Jambi, 1.433 titik di Riau, dan 4.975 titik di Sumatera Selatan.

Sementara titik api di Sumbar pada periode yang sama tercatat 103 titik, turun dari 232 titik pada periode 1–13 Agustus 2026.

“Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga,” ujar Tasliatul.

Dampak kabut asap tersebut tidak hanya terlihat dari penurunan jarak pandang, tetapi juga mulai tercermin pada sejumlah pemantauan kualitas udara berbasis partikulat halus PM2.5.

Data IQAir sendiri menggunakan kombinasi sumber pemantauan, termasuk model berbasis satelit pada sejumlah wilayah yang tidak memiliki stasiun pemantauan langsung.

Pada pemantauan Sijunjung, misalnya, IQAir mencantumkan data yang disediakan melalui satellite-derived model, sehingga angka AQI yang muncul perlu dibaca sebagai hasil pemodelan kualitas udara dan bukan pengganti pengukuran ISPU resmi pemerintah.

Pemantauan IQAir terhadap Solok juga menunjukkan kondisi yang sempat memburuk. Data yang tercatat pada 24 Agustus menunjukkan AQI Solok mencapai 130 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dan konsentrasi PM2.5 sekitar 47,3 µg/m³.

Sementara itu, hasil pemantauan IQAir terhadap Sijunjung pada periode sebelumnya juga menunjukkan fluktuasi kualitas udara. Pada salah satu pemantauan 24 Agustus, AQI Sijunjung tercatat 138 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Sumbar dapat berubah dalam waktu relatif singkat, tergantung pergerakan massa udara, arah angin, konsentrasi asap dan aktivitas kebakaran di wilayah sumber.

Di sisi lain, BMKG memiliki sistem pemantauan kualitas udara permukaan melalui produk InaAQM, selain pemantauan satelit dan berbagai produk analisis kualitas udara.

Pemprov Sumbar sebelumnya menyebut berdasarkan ISPU per 23 Agustus, kualitas udara secara umum masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, kondisi tersebut dapat berubah seiring masuknya asap dari provinsi tetangga.

Dharmasraya menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bahkan mengalihkan pembelajaran TK dan PAUD ke rumah mulai Rabu (26/8/2026) sebagai langkah antisipasi setelah kualitas udara di wilayah tersebut dilaporkan masuk kategori tidak sehat.

Masyarakat di daerah yang terdampak kabut asap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker disarankan untuk mengurangi paparan partikulat asap.

“Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan,” kata Tasliatul.

Masyarakat juga diimbau tidak hanya mengandalkan tampilan kabut secara kasatmata dalam menilai kondisi udara. Perubahan konsentrasi PM2.5 dapat terjadi meskipun jarak pandang terlihat masih normal.

Pemantauan kualitas udara sebaiknya dilakukan melalui sumber resmi pemerintah seperti BMKG dan sistem ISPU, serta dapat dibandingkan dengan data pemantauan kualitas udara berbasis AQI seperti IQAir.

Data dari masing-masing platform perlu diperhatikan waktu pembaruan dan metode pengukurannya sebelum dijadikan dasar kesimpulan mengenai kondisi udara suatu daerah.

Dengan masih tingginya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Sumatera, potensi kabut asap kembali masuk ke Sumbar masih terbuka.

Kondisi udara di daerah perbatasan dan wilayah yang berada pada jalur pergerakan asap perlu terus dipantau, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan sensitivitas terhadap polusi udara. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kualitas Udara Sumbar Kian Memburuk, 3 Daerah Ini Berstatus Tidak Sehat

27 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kualitas Udara Sumbar Hari Ini 26 Agustus 2026, Payakumbuh Masuk Kategori Tidak Sehat

26 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Longsor di Areal PETI Sijunjung, WALHI Sumbar : Jangan Salahkan Hujan

24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sidak SPBU Pesisir Selatan, Andre Rosiade: Antrean Solar Bukan Soal Pasokan, Tapi Penyalahgunaan

20 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Jelang HUT RI, Hujan Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar

15 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Trending Topik Daerah