Covesia.co.id – Bentang alam Padang Pariaman menyimpan dinamika yang tak sederhana. Dari pesisir pantai, padatnya urat nadi Lintas Sumatra, hingga pintu udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), stabilitas wilayah bersemboyan “Saiyo Sakato” ini menuntut kesiapsiagaan penuh. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, penegakan hukum kini hadir lewat kepemimpinan tiga polisi wanita di garis komando utama.
Di pucuk pimpinan, AKBP Riyana Purwasari, S.H., S.I.K., M.I.K. memegang tongkat komando sebagai Kapolres Padang Pariaman. Menjadi satu dari empat Polwan se-Indonesia yang dipercaya memimpin markas kepolisian resor pada mutasi pertengahan 2026, lulusan Akpol 2008 ini meneruskan jejak sang ibu yang juga seorang Polwan perintis.
Menyangga keamanan di 13 kecamatan, Riyana memilih menyelami tradisi Minangkabau secara bertahap dan santun. Ia merangkul alim ulama serta niniak mamak melalui dialog yang bernyawa. Di balik kesantunannya, keberpihakannya pada kelompok rentan berdiri tegak: ia menggratiskan biaya visum et repertum bagi korban kejahatan susila dan menyiagakan Polwan di posko ramah perempuan dan anak hingga ke pelosok nagari.
“Tidak ada perbedaan antara Polki dan Polwan, semua sama. Personel Polwan juga harus bisa tampil di depan,” tegas Riyana.
Lini penindakan hukum diperkuat oleh AKP Nedrawati, S.H., M.H. selaku Kasat Reskrim. Memimpin langsung pergerakan taktis Tim Gagak Hitam, Nedrawati mengorkestrasi pengungkapan kasus kriminalitas dengan presisi dan ketegasan lapangan untuk menjaga rasa aman warga.
Ketertiban perlintasan jalan raya dipercayakan kepada Iptu Atissa Dwi Putri, S.Tr.K., M.T. Selaku Kasat Lantas sejak Agustus 2026, perwira muda lulusan Akpol 2022 berlatar magister teknik ini memadukan analisis modern dengan mobilitas lapangan—menjaga kelancaran koridor utama menuju Bukittinggi dan kawasan vital bandara.
Perpaduan kepekaan kultural AKBP Riyana, ketajaman investigasi AKP Nedrawati, dan pemikiran terukur Iptu Atissa membuktikan bahwa pengabdian kepolisian bukan sekadar ketegasan aturan, melainkan seni melayani dengan kehangatan nurani. (*)










