Covesia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau nelayan menunda aktivitas melaut selama tiga hari ke depan. Hal ini dikarenakan potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Padang dan sekitarnya.
Imbauan tersebut disampaikan BPBD Kota Padang setelah adanya informasi dari BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat terkait potensi gelombang laut mencapai 2,5 meter dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Padang.
“Kami menghimbau kepada warga Kota Padang, yang pertama khususnya bagi nelayan agar tetap berhati-hati untuk melaksanakan pencarian ikan di Pantai Kota Padang. Namun kami sarankan agar untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu untuk melaut mencari ikan,” kata Hendri, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, gelombang di perairan Padang, Padang Pariaman, hingga Siberut dan Pesisir Selatan berpotensi mencapai 2,5 meter. Kondisi tersebut disertai kecepatan angin 4 hingga 16 knots dari arah tenggara dan timur.
Selain gelombang tinggi, kondisi pasang surut air laut juga perlu diwaspadai. Pasang diprediksi terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 03.00 WIB, sedangkan kondisi surut diperkirakan berlangsung pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
BPBD juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terlebih, Kota Padang saat ini masuk wilayah dengan intensitas curah hujan kategori tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian.
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
“Kemudian kepada warga Kota Padang yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, agar tetap siaga dan waspada dengan cuaca ekstrem anomali yang terjadi pada saat sekarang ini,” ujar Hendri.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang dan tanah longsor yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca tersebut.
“Karena disertai angin kencang, agar berhati-hati juga akan potensi bahaya seperti tanah longsor, pohon tumbang yang terjadi di beberapa tempat,” katanya.
BPBD meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Warga diminta memperoleh perkembangan cuaca dan kebencanaan melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Padang.
“Sekali lagi kami menghimbau kepada warga agar tetap siaga dan waspada dan mencari informasi yang update, informasi yang jelas seperti dari BMKG dan BPBD Kota Padang,” tutup Hendri.
BPBD Kota Padang mengingatkan kewaspadaan terutama ditingkatkan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai dan kawasan yang memiliki potensi longsor.
Langkah antisipasi dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila cuaca ekstrem terjadi dalam beberapa hari ke depan.










