Covesia.co.id – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla-red) yang marak di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, mulai mempengaruhi kualitas udara di Kota Padang. Pada Kamis (13/8/2026), Ibukota Sumatera Barat ini telah diselimuti kabut asap.
Dari pengukuran Indeks Kualitas Udara (AQI), kualitas udara Kota Padang berasa diangka 64-67 dengan kategori Sedang. Pada siang hari, langit tampak buram akibat fenomena Haze (udara kabur-red). Dimana Udara Kabur yang dimaksud karena dipicu partikel kering dan minumnya curah hujan selama 3 hari terakhir.
Kepala Tim Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Aulia Rinaldi mengatakan penurunan kualitas udara di Kota Padang dikarenakan Karhutla di provinsi tetangga. Dimana titik api (Hotspot-red) cukup banyak terpantau di Riau dan Sumatera Selatan.
“Secara umum angin bergerak dari arah tenggara menuju barat laut hingga utara denan kecepatan sekitar 5-20 knots. Jadi inilah yang membawa kabut asap dari Riau dan Sumatera Selatan ke Kota Padang, ” kata Aulia kepada Covesia.co.id ketika dikonfrimasi pada Kamis (13/8/2026).
Dari data yang dihimpun Covesia.co.id per tanggal 12 Agustus 2026, titik hotspot di Sumatera Selatan terpantau sebanyak 423 titik, Riau sebanyak 158 titik, Jambi 108 titik dan Sumatera Barat hanya 3 titik.
Selain karhutla di pulau Sumatera, kabut asap yang menyelimuti Kota Padang juga berasal dari Kalimantan. Dimana 4 Provinsi di Kalimantan sudah menetapkan status siaga bencana Karhutla.
” Jadi pergerakan angin dari tenggara dan Selatan inilah yang melintasi Sumatera Barat. Sehingga berpotensi membawa partikel tersuspensi maupun asap, ” Kata Aulia lagi.
Walaupun kulitas udara di Kota Padang turun dari kulitas baik ke sedang, Aulia mengatakan belum terjadi polisi udara dan masih kategori aman.
“Ya walaupun kualitas udara menurun, tapi masih dalam kategori aman, ” Kata Aulia lagi.
Kondisi ini dikatakan Aulia tidak akan berlangsung lama. Pasalnya dalam pantauan BMKG, potensi curah hujan disejumlah wilayah Sumatera Barat cukup tinggi beberapa hari kedepan. Kondisi ini bakal mendorong kabut asap keluar dari wilayah Sumatera Barat dan mengembalikan kualitas udara.
“Pantauan BMKG, potensi hujan cukup tinggi beberapa hari kedepan. Kondisi ini diharapkan dapat membantu membersihkan partikel di atmosfer dan mengurangi kondisi udara kabut yang terlihat di Kota Padang.” Jelasnya.
Disampaikannya, masyarakat tetap memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas diluar ruangan apabila kualitas udara semakin menurun. (*)











