Menu ✖

Mode Gelap
Korban Perampokan di Agam Alami Retak Tengkorak dan Disarankan Operasi Polisi Buru Tiga Pelaku Perampokan Bersenjata di Agam, Korban Masih Dirawat di RSAM Dirawat di RSAM Bukittinggi, Begini Kondisi Korban Perampokan di Agam Warga Siberut Utara Dipastikan Tak Dapat Beras Bansos Tahap 3, Camat : Berasnya Tak Layak Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank

Lingkungan

Kabut Asap Karhutla Dari Riau dan Sumsel Pengaruhi Kualitas Udara Kota Padang

Fitratul Husnabadge-check

Kabut Asap Karhutla Dari Riau dan Sumsel Pengaruhi Kualitas Udara Kota Padang Perbesar

Covesia.co.id – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla-red) yang marak di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, mulai mempengaruhi kualitas udara di Kota Padang. Pada Kamis (13/8/2026), Ibukota Sumatera Barat ini telah diselimuti kabut asap.

Dari pengukuran Indeks Kualitas Udara (AQI), kualitas udara Kota Padang berasa diangka 64-67 dengan kategori Sedang. Pada siang hari, langit tampak buram akibat fenomena Haze (udara kabur-red). Dimana Udara Kabur yang dimaksud karena dipicu partikel kering dan minumnya curah hujan selama 3 hari terakhir.

Kepala Tim Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Aulia Rinaldi mengatakan penurunan kualitas udara di Kota Padang dikarenakan Karhutla di provinsi tetangga. Dimana titik api (Hotspot-red) cukup banyak terpantau di Riau dan Sumatera Selatan.

“Secara umum angin bergerak dari arah tenggara menuju barat laut hingga utara denan kecepatan sekitar 5-20 knots. Jadi inilah yang membawa kabut asap dari Riau dan Sumatera Selatan ke Kota Padang, ” kata Aulia kepada Covesia.co.id ketika dikonfrimasi pada Kamis (13/8/2026).

Dari data yang dihimpun Covesia.co.id per tanggal 12 Agustus 2026, titik hotspot di Sumatera Selatan terpantau sebanyak 423 titik, Riau sebanyak 158 titik, Jambi 108 titik dan Sumatera Barat hanya 3 titik.

Selain karhutla di pulau Sumatera, kabut asap yang menyelimuti Kota Padang juga berasal dari Kalimantan. Dimana 4 Provinsi di Kalimantan sudah menetapkan status siaga bencana Karhutla.

” Jadi pergerakan angin dari tenggara dan Selatan inilah yang melintasi Sumatera Barat. Sehingga berpotensi membawa partikel tersuspensi maupun asap, ” Kata Aulia lagi.

Walaupun kulitas udara di Kota Padang turun dari kulitas baik ke sedang, Aulia mengatakan belum terjadi polisi udara dan masih kategori aman.

“Ya walaupun kualitas udara menurun, tapi masih dalam kategori aman, ” Kata Aulia lagi.

Kondisi ini dikatakan Aulia tidak akan berlangsung lama. Pasalnya dalam pantauan BMKG, potensi curah hujan disejumlah wilayah Sumatera Barat cukup tinggi beberapa hari kedepan. Kondisi ini bakal mendorong kabut asap keluar dari wilayah Sumatera Barat dan mengembalikan kualitas udara.

“Pantauan BMKG, potensi hujan cukup tinggi beberapa hari kedepan. Kondisi ini diharapkan dapat membantu membersihkan partikel di atmosfer dan mengurangi kondisi udara kabut yang terlihat di Kota Padang.” Jelasnya.

Disampaikannya, masyarakat tetap memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas diluar ruangan apabila kualitas udara semakin menurun. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kualitas Udara di Sumbar Belum Menunjukkan Tanda Membaik

20 Oktober 2026 - 09:18 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Sejumlah Wilayah Sumbar

19 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ini Tanggapan Dishut Sumbar Soal Tumpang Tindih Tanah Milik Fauzi Bahar

17 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pakar: Pengendalian Banjir Sumbar Harus Total, Jangan Setengah Hati

13 Oktober 2026 - 18:41 WIB

70 Persen Lahan Sumbar Berlereng Curam, Ini Daerah Paling Rapuh Disapu Banjir

13 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Trending Topik Lingkungan