Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

Lapsus

Dugaan Bullying d SD Negeri 33 Rawang Berlanjut ke Ranah Hukum, Pagi Ini Ekshumasi

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Dugaan Bullying d SD Negeri 33 Rawang Berlanjut ke Ranah Hukum, Pagi Ini Ekshumasi Perbesar

Covesia.co.id – Dugaan bullying yang terjadi di lingkungan SD Negeri 33 Rawang yang terletak di Kecamatan Padang Selatan berlanjut ke tanah hukum.

Pihak keluarga NH (10), selalu korban resmi melaporkan persoalan ini ke Polresta Padang pada Selasa (28/7/2026) silam. Bahkan pagi ini, dilakukan Ekshumasi pada jenazah almarhumah NH.

“Ya pihak keluarga resmi melapor ke polisi selasa kemarin. Pagi ini proses Ekshumasi di tempat ananda NH dikubur, di TPU Tunggul hitam,” kata Pengacara Keluarga almarhumah NH, M. Faisal Gaus kepada Covesia.co.id, Senin (3/8/2026) pagi.

Disampaikan Faisal, lanjutnya persoalan dugaan bullying ini ke tanah hukum karena pihak keluarga ingin mencari kejelasan dan keadilan.

Sebelum NH meninggal dunia, almarhumah menceritakan peristiwa dugaan bullyan ke keluarganya. Kemudian menyebut dua nama teman sekelas yang diduga sebagai pembully.

“Pengakuan inilah dasar pihak keluarga berkeyakinan ada dugaan bullying pada korban, ” Kata Faisal lagi.

Selain itu saat korban dimandikan setelah meninggal dunia, punggung hingga pinggang korban membiru. Padahal sebelum meninggal (saat sakit dirumah – red) tidak ada lebam.

“Jadi seperti ada reaksi alami dalam tubuh korban setelah meninggal dunia. Muncul lebam di punggung hingga pinggang, kaki, dan perut. Padahal sebelum meninggal masih mulus. Nah, ini tenaga medis yang paham. Cuma ini masuk dalam alasan keluarga kenapa melapor ke polisi, ” kata Faisal lagi.

Sebelumnya, salah seorang Siswi SD Negeri 33 Rawang berinisial NH (10) menjnggal dunia pada Kamis (24/7/2026).

Orang tua NH merasa kematian anaknya ada kejanggalan, terlebih sehari sebelum meninggal. NH bercerita ke orang tua soal kekerasan yang dialaminya pada Senin (20/7/2026) dilingkungan sekolah.

Saat pulang sekolah pada hari kejadian, NH terlihat kelelahan, pucat, murung dan menjadi pendiam. Saat itu, orang tua NH hanya mengira anaknya sedang badmood.

Keesokan harinya, NH mengalami sakit di areal pinggang dan demam. Kondisi ini terus memburuk hingga NH meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 17.30 WIB. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pinjol di Sumbar Tembus Rp1,489 Triliun, Akademisi Ungkap Faktor Pendorongnya

19 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Bukan Cuma SLIK OJK, Ini Kunci UMKM Sumbar Bisa Tembus KUR Bank Nagari

18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Modal Cepat Berujung Petaka: Jerat Pinjol Mengintai UMKM Sumbar

18 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Kondisi Batang Kuranji Usai Banjir 3 Agustus 2026, Bermasalah di Hulu Hingga Sedimentasi di Hilir

12 Agustus 2026 - 15:19 WIB

BP3MI Sumbar : Kasus Ayu Jadi Pengingat Bahayanya Bekerja di Luar Negeri Jalur Illegal

7 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Trending Topik Lapsus