Covesia.co.id – Nama AKBP Ahmad Faisol Amir, S.I.K., M.Si. mengukir rekam jejak mendalam dalam perjalanan penegakan hukum di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Memimpin sejak awal Januari 2024 menggantikan AKBP Bagus Ikhwan, perwira menengah Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 Batalyon Tatag Trawang Tungga ini berhasil menghadirkan keseimbangan antara kepemimpinan yang inklusif dan humanis di tengah masyarakat, namun sangat implakabel dan tegas terhadap tindak kejahatan.
Di bawah komando pria kelahiran Jawa Timur ini, Polres Padang Pariaman tidak hanya hadir lewat program-program pelayanan publik yang adaptif seperti Ngeteh Sore hingga SKCK Raun, tetapi juga diuji oleh jajaran kasus kriminalitas menonjol yang menyita perhatian publik secara nasional.
Pengujian paling krusial terhadap responsivitas dan ketajaman kepemimpinan AKBP Faisol Amir terlihat saat penanganan dua kasus pembunuhan keji yang mengguncang rasa keadilan masyarakat.
Pembunuhan dan Pemerkosaan NKS: Perburuan Intensif 11 Hari
Pada September 2024, publik nasional tertuju pada tragedi tragis yang menimpa NKS, seorang remaja perempuan penjual gorengan keliling yang diperkosa dan dibunuh secara keji.
Menanggapi kejadian tersebut, AKBP Faisol Amir memimpin langsung operasi pencarian di medan yang rumit. Setelah perburuan maraton selama 11 hari, tim gabungan berhasil membekuk otak pelaku utama, Indra Septriaman. Tak berhenti di situ, komitmennya dalam penegakan hukum secara tuntas dibuktikan dengan penetapan tersangka lain (MJ alias DN) yang terbukti melakukan perintangan penyidikan (obstruction of justice) dengan membantu pelarian pelaku.
“Pelaku kekerasan seksual bukan hanya merusak masa depan korban dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga merusak masa depan generasi bangsa,” tegas Faisol dalam komitmennya membela hak-hak korban.
Pembunuhan Berantai dan Mutilasi Batang Anai (Tersangka Wanda)
Ketangguhan jajaran Satreskrim di bawah komando Faisol Amir kembali diuji pada Juni 2025 lewat penemuan potongan tubuh perempuan berinisial SA di aliran Sungai Batang Anai.
Melalui interogasi teknis dan penyidikan intensif, Polres Padang Pariaman berhasil membekuk pelaku bernama Satria Johanda alias Wanda. Pengungkapan ini membongkar fakta mengerikan: Wanda merupakan pelaku pembunuhan berantai (serial killer) terhadap tiga orang perempuan berbeda, di mana korban-korban sebelumnya dibuang dan dikubur di dalam sumur. Atas kejahatan luar biasa ini, pelaku dijerat pasal berlapis.
Kedua pelaku sadis tersebut saat ini sudah dijatuhkan hukuman mati oleh majelis hakim Pariaman.
Tidak hanya kasus pembunuhan berantai dan kekerasan seksual, rekam jejak penegakan hukum di bawah kepemimpinan AKBP Faisol Amir juga mencatatkan angka dan pengungkapan signifikan pada sektor tindak pidana lainnya:
Perampokan Mobil Pengangkut Uang ATM Rp5,6 Miliar (Agustus 2024): Berkolaborasi dengan Polda Sumbar, Polres Padang Pariaman bergerak cepat membongkar perampokan berskala besar yang sempat menggemparkan publik karena melibatkan oknum anggota. Dalam hitungan hari, tiga pelaku utama berhasil diringkus beserta barang bukti brankas berisi uang miliaran rupiah.
Pemberantasan Jaringan Narkoba: Terjadi lonjakan grafik penindakan hukum terhadap barang haram di wilayah Padang Pariaman.
Tahun 2024: Satres Narkoba menuntaskan 57 kasus Jumlah penindakan melonjak drastis menjadi 84 laporan tindak pidana narkoba.
Perlindungan Anak dan Perempuan: Puluhan kasus kekerasan dan pelecehan seksual dengan pelbagai modus operandi berhasil diungkap dan diproses hukum secara transparan.
Profil dan Riwayat Jabatan
Sebelum mengemban tugas di Padang Pariaman, alumni Akpol 2005 bergelar Magister Sains ini memiliki rekam jejak penugasan yang luas, mulai dari wilayah Indonesia Timur hingga Jawa Timur:
2005: Pama Polda Maluku
2006: Pama Polres Seram Bagian Timur
2006: Kapolsek Pulau Gorom, Polres Seram Bagian Timur, Polda Maluku
Jabatan Lanjutan: Kapolsek Kenjeran (Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jatim)
Jabatan Lanjutan: Wakapolres Madiun, Polda Jawa Timur
Jabatan Lanjutan: Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jawa Timur
Januari 2024 – 2026: Kapolres Padang Pariaman, Polda Sumatra Barat
Setelah menuntaskan berbagai pengungkapan kasus besar serta memperkuat fondasi pelayanan publik dan pengamanan objek vital, seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Jalan Tol Padang–Sicincin, AKBP Ahmad Faisol Amir kini mengemban amanah baru sebagai Perwira Menengah di Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
Tongkat estafet kepemimpinan di Polres Padang Pariaman kini dilanjutkan oleh AKBP Riyana Purwasari (mantan Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Sumbar) yang meneruskan fondasi Presisi dan pelayanan humanis di wilayah hukum Sumatra Barat. (*)










