Covesia.co.id – Operasi pencarian terhadap Afriyanto (42), warga RT 003 RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang pada Selasa (28/7/2026) sore.
Selama pencarian sejak hilangnya Afriyanto pada Selasa (21/7/2026) silam, tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Hanya mendapati beberapa helai pakaian yang diduga milik korban di tepi sungai.
Pencarian menyisir ke beberapa kawasan hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas dengan radius 3 KM dari lokasi terakhir korban terlihat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area seluas sekitar tiga kilometer persegi.
“Hingga hari inj, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua SRU. SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada, sedangkan SRU kedua melakukan penyisiran dengan pola pencarian tipe III pada sejumlah titik yang telah ditentukan,” ujar Abdul Malik.
Pencarian dengan melibatkan personel dari Basarnas, Polsek Pauh, BPBD Kota Padang, KSB Pauh, Ideru, Rumah Zakat, Mapala Unand, serta perangkat kelurahan. Tim juga didukung berbagai peralatan, seperti kendaraan rescue, perlengkapan mountaineering, peralatan medis, komunikasi, hingga drone thermal.
Namun pencarian yang sudah berlangsung selama 4 hari ini belum membuahkan hasil dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Abdul Malik menjelaskan, sebelum dilaporkan ke Basarnas pada 27 Juli 2026, keluarga bersama masyarakat telah lebih dahulu melakukan pencarian sejak 22 Juli 2026, namun hasilnya juga nihil.
“Karena korban telah hilang sejak 21 Juli dan pencarian yang dilakukan baik oleh keluarga maupun tim SAR gabungan belum menemukan petunjuk keberadaan korban, maka berdasarkan kesepakatan bersama pihak keluarga dan seluruh unsur SAR, operasi pencarian dinyatakan dihentikan karena sudah tidak efektif lagi,” katanya.
Meski demikian, Abdul Malik menegaskan penghentian operasi bukan berarti pencarian ditutup selamanya.
“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru yang mengarah pada keberadaan korban. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan korban,” tutup Abdul Malik.
Operasi SAR resmi diusulkan ditutup setelah dilakukan debriefing terhadap seluruh unsur yang terlibat pada pukul 18.00 WIB. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing. (*)










