Menu

Mode Gelap
Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

News

Jepang Diguncang Gempa M 7,1, Sempat Picu Peringatan Tsunami

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Jepang Diguncang Gempa M 7,1, Sempat Picu Peringatan Tsunami Perbesar

Covesia.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang wilayah selatan Jepang pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.

Guncangan kuat yang berpusat di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, sempat memicu peringatan tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir sebelum akhirnya dicabut oleh otoritas Jepang setelah ancaman dinyatakan mereda.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Sesaat setelah gempa, JMA mengeluarkan peringatan tsunami setinggi hingga satu meter untuk kawasan Laut Ariake dan Laut Yatsushiro serta meminta masyarakat yang berada di wilayah pesisir segera menjauhi pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi permukaan laut dan aktivitas seismik lanjutan, pemerintah Jepang melalui JMA mencabut peringatan tsunami sekitar dua jam kemudian karena tidak ditemukan gelombang tsunami yang membahayakan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

Akibat gempa tersebut, puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Guncangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, jalan, serta memicu pemadaman listrik di puluhan ribu rumah.

Layanan kereta cepat Shinkansen dan beberapa moda transportasi lainnya sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan. Bandara Aso Kumamoto juga menghentikan operasional sementara setelah gempa terjadi.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan pemerintah telah mengerahkan seluruh instansi terkait untuk melakukan penilaian dampak, penanganan darurat, serta memastikan keselamatan warga di daerah terdampak.

“Pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan nyawa dan memastikan keselamatan masyarakat,” kata Sanae Takaichi, dikutip dari Associated Press.

Sejauh ini, otoritas Jepang juga memastikan tidak ditemukan gangguan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak. Pemeriksaan terhadap infrastruktur vital masih terus dilakukan sembari memantau kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa hari ke depan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga 

15 September 2026 - 17:33 WIB

Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu

15 September 2026 - 16:14 WIB

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat 

15 September 2026 - 12:19 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

15 September 2026 - 10:42 WIB

Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

15 September 2026 - 10:22 WIB

Trending Topik News