Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen, Angka Pengangguran Turun Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran 9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

News

Semester 1 Tahun 2026, Ular dan Tawon Dominasi Rescue Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Semester 1 Tahun 2026, Ular dan Tawon Dominasi Rescue Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman Perbesar

Covesia.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Padang Pariaman mencatat ratusan laporan evakuasi rescue (pertolongan-red) dari masyarakat selama semester 1 di tahun 2026 ini.

Kategori rescue hewan liar ular dan tawon mendominasi dengan angka yang cukup signifikan. Selain itu, ada juga evakuasi bayi tertimpa pohon, banjir, jari tersangkut hingga dompet masuk selokan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman, Rifki Monrizal mengatakan selama periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 119 laporan rescue yang masuk ke instansinya.

“Selama periodenya semester 1 tahun 2026, ada 119 laporan. Seluruhnya berhasil ditangani dengan baik tanpa ada kendala yang berarti, ” Ucap Rifki kepada Covesia.co.id pada Senin (27/7/2026).

Dalam 119 laporan rescue tersebut, evakuasi ular di rumah masyarakat mencapai 46 laporan, kemudian disusul evakuasi sarang tawon sebanyak 36 laporan.

“Untuk evakuasi ular ada 46 laporan, baik yang masuk ke rumah masyarakat maupun di areal publik. Termasuk di perkebunan yang mengancam keselamatan pemilik kebun.

Kemudian ada juga tawon dengan 36 laporan. Mayoritas sarang tawon ini di evakuasi di dalam dan halaman rumah warga, ” Kata Rifki lagi.

Selain itu, ada laporan berupa cincin yang sulit dilepas dari jari warga sebanyak 12 laporan, evakuasi anjing liar 5 laporan dan biawak 4 laporan.

Kemudian evakuasi kucing 3 laporan dan sapi 2 laporan. Termasuk evakuasi satwa yang dilindungi seperti musang, kukang dan trenggiling masing-masing satu laporan.

“Untuk satwa yang dilindungi oleh negara, kami berkoordinasi dan menyerahkannya ke  BKSDA Sumbar, ” kata Rifki lagi.

Sedangkan hewan yang tidak dilindungi, akan dilepasliarkan kembali ke alam liar. Seperti ke tengah hutan maupun tepi sungai yang jauh dari pemukiman warga.

Ada juga laporan evakuasi kunci kendaraan sebanyak 3 laporan, warga terjebak di dalam WC mesjid sebanyak 3 laporan, evakuasi dompet dalam selokan 1 laporan, dan jari tersangkut 3 laporan.

Disebutkan Rifki, dengan banyaknya laporan rescue yang masuk ke Satpol PP dan Damkar Kabupaten Padang Pariaman, menandakan fenomena di lapangan cukup tinggi dan beragam.

Masyarakat tetap diminta untuk tidak segan melapor ke Satpol PP dan Damkar apabila membutuhkan Rescue.

“Selain terus sosialisasi terhadap penanganan rescue, kami juga turut menghimbau masyarakat untuk tidak segan meminta pertolongan dari tim kami. Selama 24 jam tim stand by menerima laporan, ” Ucap Rifki lagi. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat

5 November 2026 - 14:12 WIB

Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran

5 November 2026 - 12:14 WIB

9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula

5 November 2026 - 10:00 WIB

Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar

5 November 2026 - 09:52 WIB

Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

5 November 2026 - 08:34 WIB

Trending Topik News