Covesia.co.id – Lebih dari 450 orang harus mendapatkan perawatan medis setelah cuaca panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara Jepang sejak seminggu terakhir. Bahkan sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia.
“Kami mendesak masyarakat untuk tetap terhidrasi dan menggunakan pendingin ruangan,” kata juru bicara pemadam kebakaran Tokyo yang dikutip Covesia.co.id dari CNA, Kamis (23/7/2026).
Rata-rata suhu udara di Jepang akibat cuaca panas ekstrem. Ini berkisar 39° hingga 41°. Peningkatan yang signifikan terjadi pada Selasa dan Rabu (21-22/7/2026).
Peringatan bahaya serangan panas telah dikeluarkan untuk hampir seluruh negara dengan penduduk sekitar 125 juta jiwa.
“Suhu telah meningkat sejak pertengahan Juli, dan gelombang panas ekstrem diperkirakan akan berlanjut di seluruh negeri,” kata badan penanggulangan bencana Tokyo.
Hari ini, Kamis (23/7/2026) enam tempat dilaporkan mengalami suhu 40°C atau lebih panas pada siang.
Tempat terpanas adalah Hamamatsu di wilayah Shizuoka tengah dengan suhu 41,1°C.
Disusul oleh kota Toyota di wilayah Aichi dengan suhu 40,8°C dan Kuwana dengan suhu 40,7°C.
Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Jepang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2025, yaitu 41,8°C di Isesaki, sebelah utara Tokyo. (*)











