Covesia.co.id – Sebuah Petisi menyerukan Lionel Messi dkk untuk didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026, ramai menjelang pertandingan Final yang akan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Petisi ini menjadi sorotan, mengingat timnas Argentina akan bertanding di putaran Final melawan Timnas Spanyol.
Pantauan Covesia.co.id, sampai Minggu (19/7/2026) siang, petisi ini sudah ditanda tangani oleh 22 juta orang lebih melalui laman argentinaout.com. Jumlah tandatangan Petisi ini jauh melampaui target yang diperkirakan hanya 5 juta.
“Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit memihak Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain harus ikut bertanding jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua tim lainnya,” kata petisi tersebut.
Saat ditelusuri, Petisi ini muncul tak lama setelah laga kontroversial Argentina melawan Mesir di babak 16 besar.
Saat itu, anak-anak asuh Lionel Scaloni berhasil mengalahkan Mesir dengan dramatis 3-2, setelah tertinggal 0-2.
Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan menyebut wasit pertandingan lawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak adil.
Ia juga menuduh turnamen sudah diatur untuk memberi jalan kepada juara bertahan untuk kembali berjaya.
“Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi [wasit] menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina,” kata Hassan.
Menanggapi tudingan tersebut, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scolani membantah keras perlakuan spesial terhadap timnya. Menurut dia, tuduhan seperti itu hampir mustahil terjadi di era VAR.
Menurut Scaloni, Argentina sudah lama menjadi sasaran tudingan serupa, bahkan sejak menjuarai Piala Dunia 1986.
“Pada tahun 1986, mereka juga mengatakan bahwa Argentina mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Ini bukanlah sesuatu yang baru bagi kami,” ujar Scaloni.
Lebih lanjut, para penggagas mengungkap sejumlah alasan mengapa mereka membuat petisi ini.
Pertama, mereka menuding pertandingan Argentina vs Mesir telah ‘diatur’ agar Argentina bisa memenangi laga itu.
Mereka menilai FIFA memberikan keuntungan kepada Albiceleste, yang dinilai berupaya mempertahankan Messi tetap bertahan di turnamen.
Kemudian, mereka juga mengungkap bahwa Argentina merupakan satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang mencapai babak semifinal tanpa menghadapi lawan yang masuk dalam 10 besar ranking FIFA. (*)











