Menu

Mode Gelap
Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

News

Hujan Lebat Bikin Tanggul Di Nagari  Sungai Batang Agam Jebol, Warga Minta Evakuasi

badge-check

Hujan Lebat Bikin Tanggul Di Nagari  Sungai Batang Agam Jebol, Warga Minta Evakuasi Perbesar

Covesia.co.id – Intensitas hujan  yang tinggi di wilayah hulu Maninjau membuat aliran sungai di Batang Tumayo meluap. Tanggul yang menahan aliran sungai di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam pun jebol pada Sabtu (18/7/2026) sore menjelang maghrib.

Alhasil, Nagari tersebut langsung terendam  banjir. Beberapa warga dilaporkan terjebak dan meminta evakuasi.

Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik menyebutkan permintaan evakuasi ini disampaikan oleh Wali Jorong Kabu bernama Gindo sekitar pukul 19.22 WIB dan Tim langsung berangkat ke lokasi.

“Tanggul penahan aliran sungai di Nagari Sungai Batang jebol. Jadi disana banjir cukup tinggi dan warga minta di evakuasi, ” Kata Abdul Malik, Sabtu (18/7/2026) malam.

Informasi yang diterima Abdul Malik, hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap.

Kondisi diperparah oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu Maninjau yang mengakibatkan tanggul sungai jebol. Sejumlah warga dilaporkan terjebak dan membutuhkan evakuasi. Hingga laporan awal diterima, debit air masih terus meningkat.

Untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya rescue truck, peralatan SAR air, motor trail, peralatan mountaineering, perlengkapan evakuasi, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Jarak menuju lokasi kejadian sekitar 39 kilometer melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam sembilan menit. Cuaca hujan menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi SAR.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur SAR gabungan agar proses evakuasi dapat berjalan cepat, aman, dan efektif,” ujar Abdul Malik.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan debit air sungai masih mengalami peningkatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bantaran sungai dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi air terus naik. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan pendataan jumlah korban maupun warga terdampak masih dilakukan oleh tim di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending Topik News