Menu

Mode Gelap
KONI Pessel Pastikan Mundur Jika Porprov Tetap Digelar 2–14 Oktober 2026 Sempat Tersingkir, Tim Fahmil Qur’an Sumbar Akhirnya Lolos ke Semifinal MTQ Nasional Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil Bupati Pasaman Barat Lantik 15 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya Ramai Video PETI di Media Sosial, LBH Padang : Bukti Penegak Hukum di Sumbar Tak Berkuku Ini Daerah di Sumbar yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

News

Anak Beruang Kena Jerat Babi di Pasaman, BKSDA Imbau Warga Waspada Potensi Induknya Mengamuk

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Anak Beruang Kena Jerat Babi di Pasaman, BKSDA Imbau Warga Waspada Potensi Induknya Mengamuk Perbesar

Covesia.co.id – Seekor anak beruang terkena jerat babi yang dipasang masyarakat di Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu (11/7/2026).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman berhasil mengevakuasi anak beruang dalam kondisi terluka akibat jerat tersebut.

Kepala BKSDA Pasaman, Edi Susilo mengatakan pihaknya telah mengevakuasi anak beruang tersebut ke kantornya untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan. Pasalnya, anak beruang ini terluka dibagian kaki.

“Benar ada anak beruang yang kena jerat dan sudah berhasil dievakuasi ke kantor kami untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan sekitar pukul 13.00 WIB tadi, ” Kata Edi Susilo kepada Covesia.co.id ketika dikonfirmasi Sabtu sore.

Disampaikan Edi, laporan terkait adanya anak beruang ini sudah masuk pada hari Jumat (10/7/2026) sore. Hanya saja tiang jerat tersebut patah dan anak beruang ini sudah tidak ada di lokasi saat petugas datang.

Akhirnya petugas kembali ke kantor BKSDA Pasaman, karena situasi tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian disekitar lokasi jerat karena saat itu hari sudah gelap.

“Sebenarnya laporannya sudah masuk kemarin. Tapi saat petugas datang, anak beruang ini sudah tidak ada. Karena beruang ini berhasil mematahkan tiang jerat. Kami kembali ke markas karena tidak mungkin melakukan pencarian malam hari, mengingat potensi bahaya dari induk beruang, ” Kata Edi lagi.

Keesokan harinya (Sabtu pagi-red), tim kembali ke lokasi jerat dan mendapati tali jerat ternyata masih terikat di kaki anak beruang ini. Sehingga lokasi keberadaannya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi.

“Tadi pagi tim kembali ke lokasi jerat dan ternyata tali jerat masih terikat dikaki anak beruang. Jadi lokasinya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi, ” Kata Edi.

Saat ini, anak beruang sudah berada dalam pengawasan BKSDA Pasaman untuk dilakukan pengobatan.

Namun, Edi meminta kepada seluruh warga sekitar Nagari Sundata Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, yang terjerat adalah anak beruang. Dengan begitu potensi bahaya dari induk beruang cukup besar.

“Induk beruang pasti masih berada di sekitar lokasi untuk mencari anaknya. Warga sekitar harus waspada atas potensi bahaya seperti ini, ” Kata Edi.

BKSDA Pasaman akan melepasliarkan anak beruang ini ke habitatnya setelah kondisinya sudah dipastikan sehat dan pulih. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sempat Tersingkir, Tim Fahmil Qur’an Sumbar Akhirnya Lolos ke Semifinal MTQ Nasional

18 September 2026 - 17:02 WIB

Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil

18 September 2026 - 16:01 WIB

Bupati Pasaman Barat Lantik 15 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya

18 September 2026 - 14:21 WIB

Ramai Video PETI di Media Sosial, LBH Padang : Bukti Penegak Hukum di Sumbar Tak Berkuku

18 September 2026 - 13:49 WIB

Ini Daerah di Sumbar yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

18 September 2026 - 12:37 WIB

Trending Topik News