Covesia.co.id – Laga sengit akan tersaji pada babak perempat final Piala Dunia 2026 saat Timnas Spanyol berhadapan dengan Belgia, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Eropa ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif sejak fase grup hingga babak 16 besar.
Spanyol melangkah ke perempat final dengan modal yang meyakinkan. La Roja sukses mengalahkan Austria 3-0 di babak 32 besar sebelum menyingkirkan Portugal dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar.
Penampilan solid di lini belakang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tim asuhan Luis de la Fuente melaju ke delapan besar.
Di sisi lain, Belgia juga datang dengan kepercayaan diri tinggi. The Red Devils berhasil menumbangkan Senegal 3-2 di babak 32 besar dan tampil dominan saat mengalahkan Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.
Produktivitas gol menjadi salah satu senjata utama Belgia sepanjang turnamen.
Secara historis, Spanyol dan Belgia telah beberapa kali bertemu dalam pertandingan resmi maupun laga persahabatan.
Sepanjang sejarah, kedua tim pernah bertemu 15 kali pertandingan dengan mayoritas pertandingan dimenangi oleh Spanyol.
Tiga laga terakhir, tercatat pada 1 September 2016 Spanyol menang 2-0 dari Berlgia dalam pertandingan persahabatan.
Kemudian tanggal 5 September 2009 Spanyol menang 5-0 dikualifikasi Piala Dunia. Dan, tanggal 15 Oktober 2008 Spanyol menang 2-1 di kualifikasi Piala Dunia juga.
Namun, pertemuan Spanyol dan Belgia di Piala Dunia 2026 kali ini akan memberikan persaingan yang berbeda. kedua tim akan menampilkan karakternya masing-masing.
Spanyol tetap mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan pendek, serta organisasi permainan yang rapi. Sementara Belgia lebih mengandalkan permainan cepat, serangan balik mematikan, serta efektivitas penyelesaian akhir.
Spanyol diperkirakan masih akan mengandalkan Rodri sebagai jangkar lini tengah yang didukung Pedri dan Fabián Ruiz. Di lini depan, kecepatan Lamine Yamal, Nico Williams, serta ketajaman Mikel Oyarzabal menjadi ancaman serius bagi pertahanan Belgia.
Sementara itu, Belgia tetap bertumpu pada pengalaman Kevin De Bruyne sebagai pengatur serangan. Romelu Lukaku diprediksi menjadi ujung tombak dengan dukungan Jérémy Doku dan Leandro Trossard yang memiliki kecepatan serta kemampuan menusuk dari sisi sayap.
Dari sisi kekuatan, Spanyol memiliki keunggulan dalam penguasaan bola, organisasi pertahanan, serta kreativitas di lini tengah. Namun, La Roja terkadang kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain rapat.
Sebaliknya, Belgia memiliki kelebihan dalam efektivitas serangan balik, penyelesaian akhir, serta kemampuan memanfaatkan bola mati.
Meski demikian, lini belakang Belgia masih kerap kehilangan konsentrasi ketika mendapat tekanan tinggi dari lawan.
Untuk susunan pemain, Spanyol diperkirakan menurunkan Unai Simón di bawah mistar gawang. Lini belakang diisi Dani Carvajal, Robin Le Normand, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella. Di lini tengah, Rodri akan berduet dengan Pedri dan Fabián Ruiz, sedangkan trio penyerang ditempati Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Nico Williams.
Sementara Belgia diprediksi memainkan Thibaut Courtois sebagai penjaga gawang. Lini belakang dihuni Timothy Castagne, Wout Faes, Arthur Theate, dan Maxim De Cuyper. Di lini tengah terdapat Youri Tielemans dan Orel Mangala, sedangkan Kevin De Bruyne akan menopang lini serang bersama Jérémy Doku dan Leandro Trossard di belakang Romelu Lukaku.
Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka. Spanyol kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola, sedangkan Belgia mengandalkan kecepatan transisi menyerang.
Duel lini tengah antara Rodri dan Pedri menghadapi Kevin De Bruyne diprediksi menjadi kunci jalannya pertandingan.
Melihat performa kedua tim sepanjang turnamen, Spanyol sedikit lebih diunggulkan untuk lolos ke semifinal. Namun, Belgia memiliki kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja.











