Covesia.co.id – Timnas Belgia tampil luar biasa saat menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) pagi WIB.
Kemenangan meyakinkan itu mengantarkan The Red Devils melaju ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Portugal.
Belgia langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Bahkan saat pertandingan baru berjalan satu menit, Timothy Castagne sudah mengancam gawang Amerika Serikat. Namun, kiper Matt Freese masih sigap menggagalkan peluang tersebut.
Tak lama berselang, Freese kembali dipaksa bekerja keras untuk menepis tembakan keras Youri Tielemans yang berbelok arah setelah mengenai pemain bertahan.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit kesembilan. Nicolas Raskin mengirimkan umpan matang yang berhasil diselesaikan Charles De Ketelaere dari jarak dekat untuk membawa Belgia unggul 1-0.
Belgia kemudian kehilangan gelandang bertahan Amadou Onana yang mengalami cedera pada menit ke-21. Ia digantikan Hans Vanaken. Di sisi lain, pertandingan beberapa kali terhenti akibat benturan yang dialami sejumlah pemain Amerika Serikat.
Meski terus ditekan, Amerika Serikat mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-31. Malik Tillman mencetak gol indah melalui eksekusi tendangan bebas yang meluncur deras ke gawang Thibaut Courtois setelah Folarin Balogun dilanggar di depan kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1.
Namun, kegembiraan tuan rumah hanya berlangsung singkat. Dua menit kemudian Belgia kembali memimpin.
Berawal dari umpan silang akurat Leandro Trossard, Charles De Ketelaere memenangkan duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang Matt Freese untuk mencetak gol keduanya pada pertandingan ini.
Belgia hampir menambah keunggulan menjelang turun minum, sementara Amerika Serikat sempat berharap mendapatkan keuntungan setelah sebuah insiden di kotak penalti. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit membatalkan keputusannya. Skor 2-1 untuk Belgia bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Amerika Serikat melakukan perubahan dengan memasukkan Giovanni Reyna menggantikan Sergiño Dest demi menambah daya serang.
Namun justru Belgia yang kembali mencetak gol. Pada menit ke-57, Hans Vanaken melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dari De Ketelaere. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau Matt Freese, membawa Belgia unggul 3-1.
Tertinggal dua gol membuat Amerika Serikat berusaha bangkit. Namun, mereka kembali kehilangan pemain penting setelah Christian Pulisic mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-59.
Pelatih Belgia kemudian memasukkan Romelu Lukaku dan Jérémy Doku pada menit ke-67 untuk menjaga intensitas serangan. Pergantian tersebut terbukti efektif karena Belgia tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Amerika Serikat sempat memperoleh beberapa peluang emas pada 10 menit terakhir. Tendangan Folarin Balogun berhasil ditepis Courtois pada menit ke-82, sementara sundulannya semenit kemudian hanya melayang tipis di atas mistar.
Sebastian Berhalter juga nyaris memperkecil ketertinggalan, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.
Saat tuan rumah terus mencari gol, Belgia justru memastikan kemenangan pada masa injury time. Tepat pada menit ke-90+2, Hans Vanaken mengirim umpan matang kepada Romelu Lukaku yang lolos dari kawalan bek lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan gawang. Gol tersebut mengunci kemenangan Belgia dengan skor 4-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Belgia pun melangkah dengan percaya diri ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Tantangan berat telah menanti, yakni duel menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Portugal dengan kemenangan dramatis 1-0.
Kemenangan atas Amerika Serikat sekaligus menegaskan status Belgia sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026. Penampilan efektif di lini depan serta kokohnya pertahanan menjadi modal berharga bagi The Red Devils menghadapi fase-fase krusial turnamen. (*)











