Covesia.co.id – Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Sumatera Barat, berencana akan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 pada 11 – 12 Juli 2026 di Lawang Park Adventure, Kabupaten Agam.
Rakerprov ini bakal membahas soal program dan kebijakan guna mematangkan persiapan para atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mendatang.
Ketua Umum FPTI Sumatera Barat, Zuhrizul mengatakan dalam Rakerprov ini, seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat bakal dikumpulkan untuk membahas program.
“Seluruh Pengurus Cabang se-Sumbar akan dikumpulkan dalam Rakerprov ini. Nanti kami akan mengevaluasi, membahas dan membuat kebijakan maupun strategi pembinaan olahraga panjat tebing yang lebih terarah, modern dan berbasis prestasi, ” Kata Zuhrizul kepada Covesia.co.id, Senin (6/7/2026).
Pematangan para atlet, disampaikan Zuhrizul tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali. Tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Jadi tak hanya sekedar mengejar prestasi. Program dan kebijakan akan diarahkan kepada pembangunan karakter, memperkuat persatuan antar pengurus lintas Pengcab,” katanya.
Dia menambahkan, tahun 2026 merupakan awal dari kepengurusan baru FPTI Sumatera Barat. Karena itu, diperlukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh agar seluruh program pembinaan berjalan searah dan mampu menjawab tantangan menuju Porprov maupun agenda tingkat nasional.
Salah satu fokus utama FPTI Sumbar kata Zuhrizul, adalah memperkuat sistem pembinaan atlet berbasis sport science, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta tata kelola organisasi yang transparan dan profesional.
“Forum ini juga menjadi wadah penyamaan persepsi antara Pengrov dan Pengcab dalam menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan sehingga prestasi panjat tebing Sumatera Barat dapat kembali bersaing di tingkat nasional,”ujar Zuhrizul.
Kata Zuhrizul, selain memperkuat konsolidasi, kepengurusan baru dibawah kepemimpinannya menargetkan terbentuknya sistem pembinaan yang terintegrasi mulai dari tingkat daerah hingga provinsi, sehingga proses regenerasi atlet dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) FPTI, menurut Zuhrizul, Rakerprov memiliki sejumlah agenda pokok, di antaranya menetapkan tata tertib dan agenda rapat, membahas laporan kerja Pengprov FPTI Sumbar tahun 2026, menetapkan program kerja 2026–2027, serta membahas berbagai kebijakan strategis terkait pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat.
Laporan kerja yang disampaikan itu, merupakan hasil pelaksanaan program sejak diterbitkannya Surat Keputusan kepengurusan baru. Sementara program kerja yang akan disahkan disusun sebagai pedoman organisasi dalam menjalankan pembinaan atlet, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, hingga penguatan kelembagaan FPTI di seluruh kabupaten dan kota.
“Dengan mengusung semangat kolaborasi dan profesionalisme, Rakerprov FPTI Sumatera Barat 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga panjat tebing di Ranah Minang serta, memperkuat fondasi organisasi dalam mewujudkan prestasi yang berkelanjutan,”tutup Zuhrizul. (*)











