Menu

Dark Mode
Dari Pakem Tradisi ke Tren Kekinian: Evolusi Estetika Busana Pengantin Minangkabau Jogging Jadi Mood Booster Sekaligus Lifestyle Kece Vespa: Dari ‘Kerangka’ Pesawat Tempur Menjadi Ikon Klasik Abadi Bukan Dapat Restu Malah Dapat Malu, Terduga Maling Ini Diciduk di Rumah Pacarnya Urai Antrean Panjang di SPBU, Gubernur Sumbar Bentuk Satgas Pengawasan BBM Subsidi Ditangkap di Jakarta, Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Dibawa ke Kejati Sumbar

Life Style

Vespa: Dari ‘Kerangka’ Pesawat Tempur Menjadi Ikon Klasik Abadi

badge-check


Vespa: Dari ‘Kerangka’ Pesawat Tempur Menjadi Ikon Klasik Abadi Perbesar

Covesia.co.id – Berbicara mengenai Vespa, kesan timeless dan vintage langsung muncul dalam pikiran kita, bukan?

Tahun ini, Vespa resmi menginjak usia 80 tahun sejak lahir di Italia pada April 1946. Vespa tercipta melalui perusahaan milik Piaggio, yang dulunya merupakan produsen pesawat tempur.

Dinukil Covesia dari Jurnal Rekamakna Institut Teknologi Nasional, saat perusahaan Piaggio diwariskan kepada Rinaldo Piaggio muda oleh ayahnya, ia tidak butuh waktu lama untuk langsung mengambil komando. Piaggio mengubah haluan perusahaan menjadi pemasok furnitur kapal laut mewah. Tak hanya bergelut dalam transportasi laut, Piaggio juga merambah sektor jasa perbaikan gerbong kereta api.

Ambisi di Jalur Udara
Perang Dunia Kedua yang terjadi saat itu membuat Piaggio menemukan peluang untuk membuka bisnis baru di jalur transportasi udara. Dengan penuh ambisi, Piaggio mulai membangun pesawat amfibi pada 1915 dan mengakuisisi perusahaan penerbangan yang berbasis di Pisa pada 1917.

Pesawat tempur hasil produksi perusahaan Piaggio di antaranya adalah monoplane P7, pesawat amfibi, dan P108 bermesin empat—yang menjadi pesawat besar buatan Italia terakhir sebelum Perang Dunia Kedua.

Seiring berjalannya waktu, pada 1924 Rinaldo Piaggio kembali mengakuisisi Costruzione Meccaniche Nazionali (Konstruksi Mekanik Nasional) yang berbasis di Pontedera. Pabrik ini menjadi sangat krusial karena mampu memproduksi mesin pesawat sendiri serta kendaraan lain. Melalui pabrik ini pula lahir prototipe helikopter PD1 dan PD2 (Piaggio d’Ascanio).

Mengadopsi Teknologi Pesawat
Uniknya, rancangan skuter pertama mereka menerapkan teknologi rangka pesawat dan aerodinamika, bahkan menggunakan roda pesawat untuk purwarupa pertamanya. Produk skuter Piaggio baru benar-benar lahir saat Perang Dunia Kedua berakhir.

Kala itu, Renzo Spolti merancang skuter MP1 dan MP5 (Paperino). Skuter ini kemudian ditinjau ulang oleh Corradino d’Ascanio, hingga lahirlah prototipe MP6 pada 1945. Setahun kemudian, lahirlah Vespa 98 yang menjadi legenda hingga saat ini.

Lantas, bagaimana Vespa bisa menjadi begitu legendaris di Indonesia? Berikut penjelasannya!

Sepak terjang Vespa di Indonesia sendiri tidak main-main. Vespa pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1960-an melalui jalur impor. Terlihat sekali betapa ambisiusnya Piaggio saat itu. Rupa Vespa yang mempesona tak ayal langsung memikat hati masyarakat Indonesia.

Memasuki tahun 1970, Vespa menduduki masa kejayaannya. Piaggio yang menyadari peluang besar ini segera bergerak membuka pabrik perakitan Vespa di Indonesia. Langkah sukses ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki Vespa dengan harga yang lebih terjangkau.

Vespa sempat mencicipi era redup pada tahun 1990-an. Namun, pantang hilang dari peredaran, Vespa kembali bangkit pada abad ke-21. Ia tetap eksis hingga saat ini, bahkan menjadi legenda dalam dunia transportasi.

Memasuki era modern di mana banyak jenis dan desain kendaraan baru bermunculan, Vespa tetap punya tempat spesial di hati masyarakat. Vespa terus dikenal melalui komunitas-komunitasnya yang solid, sekaligus menjadi cerminan identitas bagi para penikmatnya.

Kece dan cantiknya pesona vintage Vespa memang tidak ada lawan. Menyandang julukan ikon klasik, Vespa bukan lagi sekadar kendaraan biasa, melainkan identitas abadi yang melekat di masyarakat Indonesia.

(*)

Facebook Comments Box

Kabar lainnya

Dari Pakem Tradisi ke Tren Kekinian: Evolusi Estetika Busana Pengantin Minangkabau

19 June 2026 - 10:04 WIB

Jogging Jadi Mood Booster Sekaligus Lifestyle Kece

19 June 2026 - 09:54 WIB

Kasta Busana: Dari Piramida Kaku Menjadi Ajang Pamer di Jalanan

18 June 2026 - 13:32 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Vespa Jadi Identitas Diri dan Ruang Bertemunya Berbagai Generasi

18 June 2026 - 11:43 WIB

Sensasi Ngopi Membelah Kabut: Menikmati Lanskap Indah di Danau Kembar Scenery Alahan Panjang

17 June 2026 - 17:00 WIB

Trending Topik Life Style