Menu

Mode Gelap
Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

News

Update Bencana Alam di Indonesia: Ratusan Rumah Rusak dan 101 Hektare Sawah Terendam

badge-check

Update Bencana Alam di Indonesia: Ratusan Rumah Rusak dan 101 Hektare Sawah Terendam Perbesar

Covesia.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini terkait rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga Selasa (23/12). Intensitas hujan yang tinggi memicu banjir dan angin kencang di Kabupaten Klaten, Gresik, dan Hulu Sungai Tengah.

Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, badai dan hujan lebat pada Minggu (21/12) menyebabkan kerusakan ganda. Di Kecamatan Juwiring dan Karangdowo, angin kencang merusak 8 rumah warga dan 4 tempat usaha, serta memutus akses jalan akibat pohon tumbang.

Pada waktu yang bersamaan, banjir setinggi 60 cm merendam Kecamatan Juwiring dan Wonosari. Sebanyak 35 rumah terendam, satu tanggul sungai ambrol, dan sebuah pasar tradisional terdampak luapan air. BPBD Klaten saat ini memfokuskan pendistribusian logistik dan terpal bagi warga terdampak.

Luapan Kali Lamong pada Minggu pagi kembali merendam Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 152 rumah di sembilan desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng tergenang air.

Dampak paling signifikan terjadi pada sektor produktif, di mana 101 hektare lahan persawahan terendam total. Selain pemukiman, banjir juga masuk ke 3 fasilitas pendidikan dan 4 tempat ibadah. Meski air mulai surut pada Senin (22/12), petugas masih bersiaga memantau Tinggi Muka Air (TMA) guna mengantisipasi kiriman air susulan.

Di Kalimantan Selatan, angin puting beliung menghantam empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Jumat (19/12) malam. Tercatat 59 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 4 unit rusak berat, 9 unit rusak sedang, dan 46 unit rusak ringan.

Desa Sungai Buluh menjadi lokasi terparah dalam kejadian ini. Seluruh material pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dilaporkan telah dibersihkan oleh tim TRC BPBD.

BNPB menekankan bahwa status siaga darurat di wilayah seperti Jawa Tengah masih berlaku hingga Mei 2026. Masyarakat diminta waspada penuh terhadap potensi bencana susulan mengingat puncak musim penghujan segera tiba. Pastikan drainase lingkungan bersih dan segera lapor petugas jika terjadi keadaan darurat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total

30 Juli 2026 - 23:56 WIB

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Trending Topik News