Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Bibit Siklon 95B Menguat, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Sumatra

Redaksi Covesiabadge-check

Bibit Siklon 95B Menguat, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Sumatra Perbesar

Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan menyusul perkembangan signifikan dari Bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau di perairan timur Aceh, Selat Malaka, sejak 21 November 2025.

Sistem ini menunjukkan peningkatan intensitas dan diprediksi akan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan sekitarnya.

“Pemerintah daerah harus siaga terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir pesisir (rob), dan pohon tumbang,” ujar Faisal pada Rabu (26/11/2025).

Sementara itu, Analisis Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa posisi sistem 95B yang masih berada di perairan timur Aceh per 26 November 2025 pukul 01.00 WIB menyebabkan pembentukan awan hujan meluas di sekitarnya, yang kian menambah potensi bencana.

Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon 95B akan memberikan dampak langsung pada cuaca dan gelombang laut di Aceh dan Sumatra Utara.

Pemodelan BMKG mengindikasikan potensi hujan lebat hingga ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, sebagian Sumatra Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Sumatra bagian utara.

Khusus bagi pelaku transportasi laut dan nelayan, BMKG melaporkan adanya peningkatan gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi.

“Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Andri Ramdhani.

BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan penuh selama 24 jam. Masyarakat dan pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis