Menu

Mode Gelap
Diduga Cabuli Empat Siswi SD, Guru Mengaji di Pasaman Barat Ditangkap Polisi Hari Ketiga Pencarian Korban Hanyut Banjir Bandang Pasaman Masih Nihil  Dugaan Bullying Maut Siswi SD di Padang, Pengacara Pertanyakan Hasil Ekshuminasi  Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Pariaman Mulai Membaik Bursa Calon Ketua PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota Resmi Dibuka Pembangunan 280 Huntap di Agam Tertunda Akibat Persoalan Lahan

News

Bibit Siklon 95B Menguat, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Sumatra

Redaksi Covesiabadge-check

Bibit Siklon 95B Menguat, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Sumatra Perbesar

Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan menyusul perkembangan signifikan dari Bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau di perairan timur Aceh, Selat Malaka, sejak 21 November 2025.

Sistem ini menunjukkan peningkatan intensitas dan diprediksi akan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan sekitarnya.

“Pemerintah daerah harus siaga terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir pesisir (rob), dan pohon tumbang,” ujar Faisal pada Rabu (26/11/2025).

Sementara itu, Analisis Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa posisi sistem 95B yang masih berada di perairan timur Aceh per 26 November 2025 pukul 01.00 WIB menyebabkan pembentukan awan hujan meluas di sekitarnya, yang kian menambah potensi bencana.

Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon 95B akan memberikan dampak langsung pada cuaca dan gelombang laut di Aceh dan Sumatra Utara.

Pemodelan BMKG mengindikasikan potensi hujan lebat hingga ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, sebagian Sumatra Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Sumatra bagian utara.

Khusus bagi pelaku transportasi laut dan nelayan, BMKG melaporkan adanya peningkatan gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi.

“Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Andri Ramdhani.

BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan penuh selama 24 jam. Masyarakat dan pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Diduga Cabuli Empat Siswi SD, Guru Mengaji di Pasaman Barat Ditangkap Polisi

20 September 2026 - 19:34 WIB

Hari Ketiga Pencarian Korban Hanyut Banjir Bandang Pasaman Masih Nihil 

20 September 2026 - 19:16 WIB

Dugaan Bullying Maut Siswi SD di Padang, Pengacara Pertanyakan Hasil Ekshuminasi 

20 September 2026 - 15:19 WIB

Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Pariaman Mulai Membaik

20 September 2026 - 14:14 WIB

Bursa Calon Ketua PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota Resmi Dibuka

20 September 2026 - 11:24 WIB

Trending Topik News