Menu

Mode Gelap
LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

Daerah

Turap UIN Imam Bonjol Padang Longsor, Perkuliahan Tatap Muka Ditiadakan hingga 28 November

badge-check

Turap UIN Imam Bonjol Padang Longsor, Perkuliahan Tatap Muka Ditiadakan hingga 28 November Perbesar

Covesia.co.id – Dinding konstruksi penahan tanah (Turap) di Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Kota Padang, Sumatera Barat, tiba-tiba ambruk pada Selasa (25/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini mengejutkan mahasiswa dan dosen yang berada di lokasi, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Namun, dampak material yang ditimbulkan cukup signifikan. Turap berbentuk huruf L yang dibangun sejak tahun 2015 itu berada di antara gedung ekonomi dan bisnis Islam. Akibat longsornya turap, kerugian ditaksir mencapai Rp5 miliar, termasuk kerusakan pada kendaraan yang tertimbun material.

Wakil Rektor UIN Imam Bonjol, Lukman Nul Hakim, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, turap ambruk akibat adanya longsor di bagian lereng turap terpasang, yang diduga karena air tergenang dan tekanan air yang berlebihan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, meski aktivitas perkuliahan sedang berlangsung,” ujar Lukman.

Saat ini, pihak kampus tengah melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang tertimbun, yakni tiga unit mobil dan tiga unit sepeda motor.

Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dan memastikan keselamatan, pihak kampus segera mengambil tindakan dengan meliburkan aktivitas perkuliahan tatap muka.

Menurut Lukman, sejak kondisi cuaca ekstrem melanda Kota Padang, perkuliahan di UIN Imam Bonjol memang sudah tidak berjalan seperti biasanya, di mana beberapa dosen telah memilih kuliah secara daring.

“Akibat kejadian ini, sudah kami keluarkan juga surat pemberitahuan bahwa kuliah akan berlangsung daring secara keseluruhan hingga 28 November,” tegasnya.

Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang bagi proses penanganan dan evakuasi material longsor di area kampus. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock Berujung Ricuh, Kampus Lapor Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Trending Topik Daerah