Menu

Mode Gelap
Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440 Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana

Lingkungan

Prof Isril Berd: Perlu Langkah Konkret dan Komitmen Guna Mengatasi ‘Darurat’ Sampah

Redaksi Covesiabadge-check

Prof Isril Berd: Perlu Langkah Konkret dan Komitmen Guna Mengatasi ‘Darurat’ Sampah Perbesar

Covesia.co.id – Persoalan sampah di Indonesia telah mencapai titik kritis dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat, terutama di kota-kota besar. Data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Pada tahun 2024, Indonesia diestimasi menghasilkan timbulan sampah sekitar 33,79 juta ton. Angka fantastis ini didominasi oleh sampah rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuhnya, yakni 50,8%, diikuti oleh sampah pasar sebesar 16,67%. Sementara itu, komposisi jenis sampah terbanyak adalah sisa makanan (39,36%) dan plastik (19,64%).

Timbulan sampah yang didominasi oleh sektor rumah tangga ini diperparah oleh kesadaran masyarakat yang masih sangat minim. Banyak warga yang abai dalam hal memilah bahan makanan yang berpotensi menghasilkan sampah, dan praktik membuang sampah sembarangan masih menjadi pemandangan umum.

Pengamat lingkungan sekaligus Guru Besar Universitas Gunadarma, Professor Isril Berd, mengingatkan bahwa jika masalah ini tidak disikapi secara serius, fenomena sampah akan meluas dan merembet ke berbagai aspek kehidupan, utamanya kesehatan dan lingkungan.

“Sebagai penyumbang sampah terbesar, masyarakat dituntut memiliki kesadaran tinggi guna mengurai permasalahan sampah yang saat ini sudah mulai tidak terkendali di kota-kota besar,” tegas Professor Isril Berd.

Disamping itu, Professor Berd menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada saat ini kian mengkhawatirkan. TPA sebagai tempat terakhir sampah dibuang semakin hari semakin besar penumpukannya. Dirinya mencontohkan salah satu TPA di Air Dingin Kota Padang yang kondisinya saat ini sudah menggunung akibat tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Fenomena serupa tidak akan jauh berbeda dengan TPA TPA yang ada di kota kota besar di Indonesia.

“Persoalan lain sampah menumpuk di TPA Air Dingin lebih kurang 600 ton per hari dan saat ini situasinya telah menggunung. Kalau tidak disikapi secara cepat dengan solusi yang ada, maka TPA akan menjadi sebuah permasalahan baru yang berdampak serius ke masyarakat seperti kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam menanggulangi sampah rumah tangga menjadi vital. Namun, kesadaran ini harus diimbangi dengan langkah nyata dari pemangku kepentingan.

Untuk mengatasi masalah klasik ini, diperlukan keterlibatan semua pihak. Selain melakukan sosialisasi rutin untuk menyadarkan masyarakat, pemerintah yang memiliki otoritas juga harus konsisten menyiapkan instrumen, termasuk melakukan penindakan tegas terhadap para pelanggar.

Penindakan yang tegas ini penting untuk menciptakan kesadaran, baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun perusahaan-perusahaan yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

Meskipun saat ini beberapa daerah sudah berupaya dengan membuka bank sampah dan pengelolaan, hasilnya hingga kini belum terlihat memuaskan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya keseriusan dan langkah-langkah kongkret yang lebih serius dalam mengatasi darurat sampah nasional ini. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440

14 September 2026 - 11:11 WIB

Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen

13 September 2026 - 10:38 WIB

Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat

2 September 2026 - 17:50 WIB

KPAD Sumbar Bekali Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau dengan Keterampilan

2 September 2026 - 13:31 WIB

Kualitas Udara Sumbar Kian Memburuk, 3 Daerah Ini Berstatus Tidak Sehat

27 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Trending Topik Lingkungan