Covesia.co.id – Ketersediaan tenaga guru di Sumatera Barat diprediksi merosot. Hal ini dikarenakan 8.038 guru yang tercatat dalam data Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat telah memasuki proyeksi masa pensiun.
Dimana proyeksi masa pensiun yang dimaksud adalah guru yang akan pensiun dalam rentang waktu 4-5 tahun kedepan ke depan.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher” di Padang, Kamis (13/8/2026).
“Sumatera Barat akan menghadapi tantangan baru di dunia pendidikan. Sebanyak 39,1 persen atau 8.038 guru akan pensiun dalam waktu 4 sampai 5 tahun kedepan, ” Kata Mahyeldi saat membuka acara.
Ketersediaan tenaga guru ini menjadi perhatian yang serius. Mengingat tanpa adanya jumlah guru yang memadai, keberlangsungan pendidikan di Sumbar bakal terganggu.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025, sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru telah memiliki kualifikasi pendidikan S1/D4.
Tercatat sekitar 18.386 guru berstatus ASN dan 2.540 guru honorer.
Selain itu, Sumbar saat ini memiliki 1.548 Guru Penggerak. Sebanyak 1.078 guru di antaranya telah memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, sementara 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.
Tingginya jumlah guru yang memasuki masa pensiun membuat pemerintah perlu memikirkan langkah regenerasi secara berkelanjutan. Kehadiran guru-guru baru harus diiringi dengan peningkatan kompetensi agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Mahyeldi juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perubahan teknologi dan kebutuhan peserta didik menuntut tenaga pendidik tidak berhenti belajar.
“Kami.pasti memikirkan regenerasi guru sebagai pengganti guru yang pensiun. Karena itu anak muda yang akan menjadi calon guru harus meningkatkan kualitas dan metode pembelajaran. Serta melek sama teknologi, ” Kata Mahyeldi.
Di sisi lain, keberadaan forum seperti Sumbar Teacher Summit dinilai dapat menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam dunia pendidikan.
Persoalan regenerasi guru menjadi semakin penting karena guru bukan sekadar tenaga pengajar. Mereka juga memiliki peran dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan masa depan generasi muda.
Dengan jumlah guru yang memasuki masa pensiun mencapai 39,1 persen, pemerintah dapat memulai strategi untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik yang berkualitas.
Langkah tersebut diperlukan agar proses regenerasi tidak sekadar memenuhi jumlah kekurangan guru, tetapi juga memastikan hadirnya tenaga pendidik berkualitas yang mampu menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang. (*)










