Covesia.co.id — Rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi mulai disosialisasikan kepada masyarakat di Sumatera Barat.
Pemerintah bersama PT Hutama Karya (Persero) dan perwakilan DPR RI menggelar dialog dengan masyarakat untuk menjelaskan rencana trase, kebutuhan lahan, serta tahapan pembangunan jalan tol yang diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan Tol Pekanbaru–Padang tersebut.
Sosialisasi telah dimulai sejak Senin (26/10/2026). Dimana saat itu dilakukan pertemuan para pemangku kebijakan Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman.
Pertemuan ini melibatkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, wali nagari, niniak mamak, serta tokoh masyarakat.
Andre Rosiade mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk memberikan gambaran awal kepada masyarakat sebelum tahapan pembangunan dan pengadaan tanah dilaksanakan.
“Untuk pembangunan ini, kami mengawali langkah dengan duduk bersama masyarakat untuk memberikan penjelasan dan sosialisasi agar dalam pelaksanaan di lapangan tidak ada persoalan di kemudian hari,” kata Andre.
Andre menegaskan, pembangunan jalan tol harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan harus memperoleh ganti kerugian sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah pasti memberikan ganti untung. Ganti yang transparan dan menguntungkan masyarakat. Tidak mungkin pemerintah membeli di bawah harga pasar. Bangunan serta pohon-pohon yang ada di atas tanah semuanya akan diganti,” tegas Andre.
Tol Sicincin – Bukittinggi Sepanjang 40,8 KM
Dalam sosialisasi, pemerintah akan memaparkan rencana Tol Sicincin–Bukittinggi memiliki panjang sekitar 40,8 kilometer.
Ruas tersebut direncanakan terdiri atas jalur Sicincin–Padang Panjang sepanjang sekitar 19,9 kilometer dan Padang Panjang–Bukittinggi sekitar 20,18 kilometer.
Khusus di Kabupaten Padang Pariaman, trase direncanakan melintasi wilayah sepanjang sekitar 10 kilometer, dengan kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 99 hektare.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi konstruksi sekitar Rp29 triliun, di luar biaya pengadaan tanah.
Pembangunan direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027, meskipun pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan tahapan perencanaan dan pengadaan tanah.
Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan bahwa penentuan trase perlu mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang dilalui, terutama perbedaan ketinggian kawasan Sicincin, Kayu Tanam, Padang Panjang, hingga Bukittinggi.
Pertimbangan tersebut diperlukan untuk memastikan perencanaan jalan tol memperhatikan aspek teknis dan keselamatan konstruksi.
Seluruh kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung pada wilayah yang dilintasi trase. Pada Rabu (28/10/2026), pra-sosialisasi rencana pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi digelar di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menghimpun masukan masyarakat mengenai rencana jalur, pembebasan lahan, dampak terhadap pertanian, jaringan irigasi, dan akses antarpermukiman.
Karena itu, proses sosialisasi dan penghimpunan aspirasi menjadi bagian penting sebelum keputusan mengenai jalur pembangunan ditetapkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Agam juga membahas alternatif trase baru yang menghubungkan kawasan Pasar Amor menuju Simpang Taluak hingga Jalan Bypass Bukittinggi.
Alternatif tersebut dipertimbangkan untuk mengurangi dampak sosial terhadap masyarakat dibandingkan rencana jalur sebelumnya.
Bupati Agam Benni Warlis harus memikirkan jalur alternatif. Mengingat ada masyarakat di beberapa wilayah melakukan penolakan. Jalur alternatif ini perlu dituntaskan sebelum penetapan trase jalan tol ditetapkan
Pemerintah berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus dilakukan agar rencana pembangunan jalan tol berjalan dengan memperhatikan hak warga, kondisi lingkungan, dan kebutuhan wilayah yang dilalui.
Selain memperlancar perjalanan antardaerah, Tol Sicincin–Bukittinggi diharapkan membuka peluang investasi, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat Sumatera Barat. (*)










