Covesia.co.id — Pemerintah Kota Padang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,15 triliun dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Target tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (14/9/2026).
Dari target tersebut, penerimaan terbesar berasal dari pajak daerah sebesar Rp938,4 miliar. Kemudian retribusi daerah Rp170,3 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp27,1 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp19,9 miliar.
Selain PAD, Pemko Padang menargetkan pendapatan transfer sebesar Rp1,57 triliun, terdiri atas transfer pemerintah pusat Rp1,45 triliun dan transfer antar daerah Rp116,1 miliar.
Sementara itu, total belanja daerah dalam rancangan APBD 2027 mencapai Rp2,81 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari belanja operasi Rp2,64 triliun, belanja modal Rp168,2 miliar, serta Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp7 miliar.
Fadly mengatakan penyusunan RAPBD 2027 mengacu pada kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah disepakati Pemko Padang dan DPRD pada 31 Agustus 2026.
“Rancangan APBD TA 2027 ini disusun dengan memperhatikan keselarasan prioritas perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Nasional, serta berkomitmen pada prinsip money follows program dan penganggaran berbasis hasil,” ujar Fadly.
Dengan komposisi pendapatan dan belanja tersebut, RAPBD 2027 mengalami defisit Rp90,38 miliar. Fadly menjelaskan defisit itu akan ditutup melalui pembiayaan netto, dengan penerimaan pembiayaan Rp94,02 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp3,63 miliar sehingga postur APBD dirancang berimbang.
Setelah penyampaian Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2027, dokumen tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan antara Pemko Padang dan DPRD Kota Padang sebelum ditetapkan menjadi APBD. (*)










