Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

News

Korban Terakhir Hanyut di Sungai Batang Nareh Ditemukan Meninggal Dunia

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Korban Terakhir Hanyut di Sungai Batang Nareh Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

Covesia.co.id — Tim SAR gabungan menemukan Zahra (10), korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Zahra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.48 WIB.

Korban ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Sungai Limau untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan Zahra ditemukan melalui penyisiran yang dilakukan tim gabungan.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia melalui penyisiran oleh tim gabungan. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Limau,” kata Abdul Malik dalam laporan operasi SAR.

Peristiwa tersebut terjadi sehari sebelumnya, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Zahra bersama dua temannya, Fikri dan Nesa, yang sama-sama berusia sekitar 10 tahun, sedang mandi di Sungai Batang Nareh.

Arus sungai yang deras kemudian menyeret ketiganya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memberikan pertolongan. Nesa berhasil diselamatkan, sedangkan Fikri dan Zahra terbawa arus.

Fikri ditemukan lebih dahulu oleh tim pencarian pada Kamis sekitar pukul 16.07 WIB. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara Zahra masih dinyatakan hilang sehingga pencarian dilanjutkan hingga Jumat pagi. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai sebelum akhirnya menemukan korban sekitar pukul 11.48 WIB.

Dengan ditemukannya Zahra, seluruh korban dalam peristiwa tersebut telah ditemukan. Dari tiga anak yang terseret arus, satu korban selamat dan dua lainnya meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Emri Nurman, membenarkan penemuan korban terakhir tersebut.

“Total dua korban jiwa,” tutur Emri.

Operasi pencarian yang melibatkan unsur Basarnas, BPBD, TNI/Polri, PMI dan masyarakat kemudian dinyatakan selesai setelah korban terakhir ditemukan dan dievakuasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi saat ketiga anak sedang beraktivitas di sungai. Derasnya arus membuat kondisi sungai berubah dan menyebabkan mereka terseret. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif

19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

19 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui

19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending Topik News