Covesia.co.id – Kapolda Sumatera Barat turun langsung memimpin penanganan banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.
Sebanyak 300 personel Brimob Polda Sumbar dikerahkan untuk memperkuat proses pencarian, evakuasi dan penanganan dampak bencana.
Ratusan personel Brimob tersebut diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penyisiran.
Petugas mencari kemungkinan adanya warga yang tertimbun maupun terseret arus galodo, sekaligus membantu mengevakuasi warga dan membersihkan material bencana.
Kapolda Sumbar juga memimpin koordinasi penanganan bersama jajaran Polri, TNI, Basarnas, BPBD serta unsur terkait lainnya.
“Tim gabungan terus melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi yang terdampak. Kita kerahkan personel untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana,” kata Kapolda Sumbar.
Galodo terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Material longsoran berupa lumpur, batu dan kayu kemudian terbawa aliran air hingga menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.
Material galodo juga meluas ke permukiman warga dan menutup sejumlah ruas jalan, termasuk akses di sekitar jalur Solok-Padang.
Sejumlah bangunan pemerintahan dan rumah warga dilaporkan terdampak. Material yang menutup badan jalan membuat proses evakuasi dan penanganan harus dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat.
Selain pencarian korban, petugas juga memprioritaskan pembukaan akses yang tertutup material. Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dan alat berat ke titik-titik yang dinilai menghambat proses evakuasi.
Hingga Selasa (22/9/2026), empat warga dilaporkan mengalami luka akibat galodo. Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami patah tulang pada bagian ekstremitas bawah dan telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.
Sementara itu, satu warga masih dilaporkan belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan pencarian dengan menyusuri sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
Kapolres Solok sebelumnya mengatakan proses pencarian dan pendataan masih dilakukan sehingga data mengenai dampak bencana masih dapat berubah.
“Untuk sementara kami masih melakukan evakuasi dan pendataan di lapangan. Tim masih bekerja untuk memastikan kondisi warga yang terdampak,” ujarnya.
Petugas juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi terdampak agar tetap waspada. Kondisi medan yang masih dipenuhi material lumpur, batu dan kayu serta potensi hujan susulan menjadi perhatian dalam proses pencarian dan pembersihan.
Hingga Selasa siang, tim gabungan masih melakukan pencarian warga yang belum ditemukan, evakuasi, pendataan kerusakan serta pembersihan material galodo di kawasan terdampak. (*)










