Covesia.co.id – Aksi pencurian alat pendeteksi dini banjir atau Early Warning System (EWS) yang diletakkan di Batu Busuak berhasil digagalkan Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat pada Rabu (28/10/2026).
Tiga orang terduga pelaku pencurian berupaya mengambil komponen besi dan alat elektronik yang terpasang pada EWS sekitar pukul 03.00 WIB. Aksi mereka terekam dalam kamera CCTV EWS dan terpantau oleh petugas pengawas alat EWS.
Spontan petugas tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian saat ketiga pencuri ini memotong komponen besi menara EWS.
Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat langsung bergerak ke lokasi. Didapai tiga terduga pelaku tengah memotong komponen besi menggunakan gerinda.
Satu orang berhasil diamankan dengan inisial MR (21). Sedangkan dua terduga pelaku lain berhasil kabur.
Penangkapan ini dibenarkan oleh Panit Resmob Ditreskrimum Polda Sumbar, Iptu Rozi Aidel.
Dikatakannya, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima melalui layanan WhatsApp Hotline Resmob Polda Sumbar.
“Kita menerima laporan adanya dugaan pencurian sejumlah komponen EWS milik BPBD Sumbar di kawasan itu. Setelah menerima laporan, kita mendatangi lokasi dan mendapati tiga orang di lokasi. Satu berhasil ditangkap dan dua kabur,” kata Rozi, Rabu siang.
Dalam pemeriksaan awal, MR diketahui warga Batu Busuak. Kemudian diserahkan ke Polsek Pauh untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
“Terduga pelaku merupakan warga sekitar juga. Setelah diamankan, diserahkan ke Polsek Pauh untuk proses lebih lanjut,” katanya.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima potong besi, kabel listrik sepanjang sekitar 150 meter, dua mata gerinda, satu senter kepala, serta dua lembar karung goni berwarna putih.
Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk menelusuri keberadaan dua orang yang melarikan diri saat penindakan.
Pencurian komponen EWS menjadi perhatian karena perangkat tersebut berfungsi mendukung sistem peringatan dini banjir.
Alat ini membantu pemantauan kondisi di kawasan rawan bencana sehingga informasi potensi banjir dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat.
Sebelumnya, Wali Kota Padang Fadly Amran juga mengecam dugaan pencurian sejumlah komponen pendukung EWS di beberapa titik di Kota Padang.
Dalam keterangannya pada 10 Oktober 2026, Fadly meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut dan mengajak masyarakat menjaga fasilitas mitigasi bencana.
Peristiwa kehilangan komponen EWS sebelumnya dilaporkan terjadi di Jembatan Rimbo Lasuang, Kecamatan Kuranji, serta di kawasan Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan. Kasus-kasus tersebut dilaporkan menimbulkan kerugian sekitar Rp10,8 juta. (*)










