Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

Lingkungan

Pakar: Pengendalian Banjir Sumbar Harus Total, Jangan Setengah Hati

Safira Ariel Putribadge-check

Pakar: Pengendalian Banjir Sumbar Harus Total, Jangan Setengah Hati Perbesar

Covesia.co.id – Upaya penanganan banjir di Sumatera Barat (Sumbar) dinilai tidak akan efektif jika hanya dikerjakan sepotong-sepotong.

Pakar DAS, Isril Berd, menegaskan bahwa kunci utama pengendalian debit air terletak pada pembenahan menyeluruh dari hulu, tengah, hingga hilir secara terintegrasi.

Ia mencontohkan penanganan di kawasan Kuranji (Batu Busuk) yang saat ini baru menyasar bagian tengah sungai semata.

Tanpa pembenahan di hulu dan hilir, benteng pertahanan tersebut dikhawatirkan ambrol saat diuji curah hujan tinggi.

“Harus totalitas, normalisasi harus dari hulu-hilir-tengah atau hulu-tengah-hilir. Jika di atas tidak dibenahi, volume air tetap tidak akan bisa dikendalikan. Seperti di Kuranji Batu Busuk, jika hanya tengahnya yang dinormalisasi, takutnya saat volume air terlalu besar tidak akan mampu tertahan lagi,” tegas Isril saat diwawancara Covesia.co.id, Selasa (13/10).

Masalah serupa terjadi pada DAS Batang Kandis di Lubuk Buaya. Kendati pengerjaan normalisasi sudah dilakukan, persoalan hulu justru memicu ancaman baru akibat adanya pembukaan lahan seluas sekitar 200 hektare di kawasan Kampus UIN. Alih fungsi ini mempercepat aliran dan limpasan air menuju hilir.

Isril mengingatkan bahwa sungai merupakan saluran drainase alami. Mengubah bentang alam tanpa pembenahan terintegrasi hanya akan membuat sungai kehilangan kemampuannya menampung luapan air. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Ini Tanggapan Dishut Sumbar Soal Tumpang Tindih Tanah Milik Fauzi Bahar

17 Oktober 2026 - 11:36 WIB

70 Persen Lahan Sumbar Berlereng Curam, Ini Daerah Paling Rapuh Disapu Banjir

13 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Dua Sisi Kerusakan PETI Solok Selatan: Lingkungan Rusak, Nyawa Melayang

11 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Pakar Ingatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan DAS Air Dingin: Hulu Tak Boleh Diganggu!

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Jejak Hutan yang Hilang di Hulu DAS Air Dingin

7 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending Topik Lingkungan