Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

Lingkungan

70 Persen Lahan Sumbar Berlereng Curam, Ini Daerah Paling Rapuh Disapu Banjir

Safira Ariel Putribadge-check

70 Persen Lahan Sumbar Berlereng Curam, Ini Daerah Paling Rapuh Disapu Banjir Perbesar

Covesia.co.id – Karakteristik bentang alam Sumatera Barat yang didominasi Pegunungan Bukit Barisan menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap bencana banjir.

Sekitar 70 persen atau lebih bentang alam Sumbar merupakan daerah berlereng curam hingga sangat curam, dengan garis landaian sungai menuju pantai yang sangat pendek, yakni hanya sekitar 10 km.

“Di Padang sendiri landaian pantainya tidak panjang, kurang dari 10 km. Jika dari lereng Bukit Barisan terjadi hujan intensitas tinggi dan durasinya cukup lama, air dapat dengan cepat sampai ke pemukiman warga,” terang Pakar DAS Padang, Isril Berd kepada Covesia.co.id, Selasa (13/10).

Berdasarkan kondisi hidrologi dan bentang alamnya, Isril memetakan sedikitnya ada tiga daerah di Sumatera Barat yang berada dalam kondisi rapuh dan berpotensi tinggi dilanda banjir besar saat hujan lebat, yakni: Kabupaten Agam, khususnya di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Pesisir Selatan: Khususnya di Kecamatan Bayang, dan di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Kuranji serta Kelurahan Lubuk Minturun.

Khusus untuk Kota Padang, Isril mencatat tiga titik saluran drainase utama yang mengalami masalah dalam kategori parah, yaitu: DAS Air Dingin dengan luas DAS ±129 km² (ketinggian 0–±1.808 mdpl) dengan panjang sungai utama ±26 km.

DAS Kuranji dengan luas DAS ±225 km² dengan panjang sungai utama 32,4 km (terdiri dari Sub DAS Padang Aie Janiah dan Sub DAS Padang Aie Karuih).

Dan, DAS Arau dengan luas DAS ±172 km² dengan panjang sungai utama ±29 km.

Guna mencegah dampak yang lebih fatal, Isril meminta agar aspek teknis hidrologi dan pembenahan total hulu-hilir menjadi prioritas utama penataan ruang di Sumbar. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Ini Tanggapan Dishut Sumbar Soal Tumpang Tindih Tanah Milik Fauzi Bahar

17 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pakar: Pengendalian Banjir Sumbar Harus Total, Jangan Setengah Hati

13 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Dua Sisi Kerusakan PETI Solok Selatan: Lingkungan Rusak, Nyawa Melayang

11 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Pakar Ingatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan DAS Air Dingin: Hulu Tak Boleh Diganggu!

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Jejak Hutan yang Hilang di Hulu DAS Air Dingin

7 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending Topik Lingkungan