Covesia.co.id — Laga final futsal Porprov XVI Sumatera Barat antara pemain Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota berakhir ricuh pada Senin (12/10/2026) di lapangan futsal kawasan Situjuh Tungkar, Kabupaten Limapuluh Kota.
Keributan pecah sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, hingga sejumlah pemain terlibat aksi adu pukul di tengah lapangan.
Insiden ini terekam kamera dan viral di media sosial. Bahkan bibir salah seorang pemain dari kontingen kota Payakumbuh berdarah, diduga akibat kericuhan tersebut.
Insiden ini dibenarkan oleh Ketua Cabor Futsal Kabupaten 50 Kota, Amrialis ketika di konfirmasi.
“Ya, memang tadi ada insiden setelah wasit meniup pluit pertanda pertandingan berakhir. Ada gesekan kecil antara pemain,” kata Amrialis kepada Covesia.co.id.
Dijelaskannya, insiden ini terjadi karena ada provokator dari penonton yang masuk ke lapangan dan memancing situasi tidak kondusif.
“Ada yang memprovokasi dari tribun penonton,” katanya.
Provokator tersebut memanfaatkan laga yang ketat dan keras agar situasi memanas setelah pertandingan berakhir.
“Wajar kalau selama pertandingan, ada gesekan. Namanya juga main futsal. Apalagi kedua tim saling kejar skor dan laga berjalan ketat. Saat wasit tiup pluit tanda pertandingan berakhir ada provokator yang masuk lapangan dan pemain jadi terpancing. Jadi ricuh begitu, ” katanya.
Disampaikan Amrialis, kericuhan hanya berlangsung sesaat. Situasi berhasil kondusif setelah wasit dan petugas keamanan turun melerai kericuhan.
“Kericuhannya cuma sesaat. Masalah sudah selesai. Para pemain kedua tim juga sudah saling minta maaf,” katanya.
Dalam laga Final Futsal Porprov Sumbar 2026 ini, Kabupaten Limapuluh Kota berhasil meraih medali emas setelah menaklukkan Kota Payakumbuh dengan skor 4-3. (*)










