Covesia.co.id – Banjir mengancam sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026) siang.
Sirene peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) dibunyikan setelah sensor pemantauan di sejumlah titik menunjukkan status warning.
Tim Reaksi Cepat (TRC) juga melakukan evakuasi warga di tengah meningkatnya debit air.
Informasi yang dihimpun Covesia.co.id, ketinggian air di kawasan Batu Busuk mencapai 4,29 meter, sedangkan di Lubuk Minturun tercatat 3,72 meter.
Sementara itu, sensor di kawasan Guo menunjukkan ketinggian air berkisar 2,23 hingga 2,31 meter.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran warga, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir.
Sejumlah warga membutuhkan evakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan air terus naik.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang membunyikan sirene sebagai peringatan kepada masyarakat setelah sensor yang dilaporkan menunjukkan status warning.
Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) bergerak melakukan evakuasi warga. Namun, hingga Sabtu siang, belum tersedia data terperinci mengenai jumlah warga yang dievakuasi maupun jumlah warga yang masih membutuhkan pertolongan.
Banjir juga dilaporkan menerjang Perumahan Lumin Park di Kecamatan Lubuk Minturun. Air berwarna kecokelatan dengan arus deras memasuki kawasan perumahan tersebut
Hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan mengguyur Kota Padang sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Kondisi ini meningkatkan risiko kenaikan debit sungai dan banjir di kawasan permukiman.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 14.20 WIB.
Hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Di Kota Padang, wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan, menjauhi tepian sungai saat debit air meningkat, serta mengikuti arahan petugas apabila evakuasi diperlukan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terperinci mengenai total warga terdampak, kerusakan bangunan, maupun kemungkinan adanya korban akibat banjir tersebut. (*)










