Covesia.co.id — Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan dukungan terhadap rencana produksi film nasional Dompet Ayah, Sepatu Ibu di Kabupaten Tanah Datar.
Dukungan itu disampaikan Eka Putra saat menerima kunjungan sutradara Naya Anindita bersama tim produksi film tersebut di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin (6/10/2026) malam.
Pertemuan tersebut membahas penjajakan lokasi syuting sekaligus peluang kolaborasi untuk mempromosikan Tanah Datar melalui film.
Sutradara Naya Anindita mengatakan Tanah Datar dipilih karena dinilai memiliki kekayaan budaya yang masih kuat.
Film tersebut merupakan adaptasi novel karya J.S. Khairen yang terbit pada 2024 dan telah mencapai cetakan keenam dalam waktu kurang dari satu tahun.
Film Dompet Ayah, Sepatu Ibu mengangkat kisah perjuangan sebuah keluarga menghadapi kemiskinan.
Ceritanya terinspirasi dari kisah keluarga penulis dan menggambarkan perjuangan orang tua dalam meningkatkan pendidikan serta memutus rantai kemiskinan.
Menurut Naya, meski latar cerita berada pada era 1980-an, persoalan yang diangkat masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Walaupun ceritanya periodik tahun 80-an, tapi dari tahun 80 sampai 2025 akar permasalahannya masih sama. Kita butuh figur sesimpel dari tidak punya apa-apa, dia bisa menyekolahkan adik-adiknya dan menaikkan derajat keluarganya,” katanya.
Produksi film tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap ekonomi lokal. Tim produksi diperkirakan membawa sekitar 160 kru dan berencana melibatkan pelaku UMKM, pengelola homestay dan penginapan serta seniman lokal.
Sejumlah kesenian daerah seperti randai, tari-tarian dan musik saluang juga direncanakan masuk dalam film tersebut.
Bupati Eka Putra menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat lokal dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Tanah Datar kepada masyarakat luas.
“Pemkab Tanah Datar sangat bangga dan akan memberikan dukungan penuh, ini luar biasa, kami sangat senang. Apalagi kalau masyarakat lokal dilibatkan, anak-anak muda Tanah Datar, UMKM, homestay, penginapan, pengrajin yang akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” ujar Eka.
Ia juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tanah Datar untuk memberikan dukungan sesuai ketentuan.
Eka berharap produksi film tersebut tidak hanya membawa nama Tanah Datar di tingkat nasional, tetapi juga membantu mempromosikan budaya dan pariwisata daerah ke tingkat internasional. (*)










