Menu ✖

Mode Gelap
Fauzi Bahar Buka Suara Soal Dugaan Babat Hutan Lindung Untuk Lapangan Golf di Air Dingin  Badan Geologi Ungkap Longsor dan Bendungan Alam Jadi Penyebab Galodo Arosuka Solok Walhi Sumbar Sebut Anggota DPRD Kota Padang Diduga Buka Lahan di Hulu DAS Kuranji  Mantan Walikota Padang Diduga Babat Hutan Lindung Untuk Lapangan Golf di Hulu DAS Air Dingin Jejak Bukittinggi, Kota Perjuangan yang Menjaga Republik Tetap Berdiri Saat PDRI Hendri Arnis Lantik Doni Hendra sebagai Sekda Definitif Padang Panjang

News

Badan Geologi Ungkap Longsor dan Bendungan Alam Jadi Penyebab Galodo Arosuka Solok

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Badan Geologi Ungkap Longsor dan Bendungan Alam Jadi Penyebab Galodo Arosuka Solok Perbesar

Covesia.co.id — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap rangkaian proses yang diduga memicu galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 21 September 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), galodo tidak terjadi akibat satu faktor saja.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan hujan berintensitas tinggi, kondisi lereng hulu Gunung Talang, longsoran, hingga terbentuknya bendungan alam yang kemudian runtuh dan melepaskan aliran air beserta material ke arah Arosuka.

Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Oktory Prambada, mengatakan mekanisme tersebut terjadi melalui rangkaian proses yang saling berkaitan.

“Mekanisme banjir bandang di Arosuka melibatkan rangkaian proses longsor di hulu, pembentukan bendungan alam pada pertemuan dua lembah, dan pelepasan aliran akibat keruntuhan bendungan tersebut,” kata Oktory, Senin (5/10/2026).

Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Solok dan sekitarnya.

Material yang terbawa aliran berupa lumpur, pasir, batu, kayu serta material rombakan lainnya. Aliran kemudian menerjang permukiman, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, fasilitas umum hingga ruas jalan penghubung Solok-Padang.

Badan Geologi menyebut lokasi terdampak berada di sisi barat Gunungapi Talang. Wilayah hulu memiliki lereng yang relatif terjal dengan lembah sungai yang mengalami pengikisan cukup dalam.

Perbedaan ketinggian antara kawasan hulu dan lokasi terdampak mencapai sekitar 1.325 meter.

Kondisi tersebut membuat air, sedimen dan material rombakan memiliki energi gravitasi besar untuk bergerak dari kawasan yang lebih tinggi menuju Arosuka.

Selain itu, bentuk lembah di wilayah tersebut menyerupai huruf V. Kondisi geomorfologi itu memungkinkan air dan material longsoran terkonsentrasi dalam satu jalur ketika hujan berintensitas tinggi terjadi.

Rangkaian kejadian dimulai dari hujan deras yang memengaruhi kondisi lereng di bagian hulu. Material longsoran kemudian masuk ke alur lembah dan terkonsentrasi.

Pada pertemuan dua lembah, material tersebut diduga membentuk bendungan alam. Ketika bendungan alami itu runtuh, air bersama material lumpur, batu, kayu dan sedimen lainnya mengalir deras menuju kawasan yang lebih rendah hingga menerjang Arosuka.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa galodo Arosuka merupakan proses yang berlangsung secara berantai dari kawasan hulu Gunung Talang menuju wilayah permukiman dan pusat pemerintahan di Arosuka.

Sebelumnya, analisis Badan Informasi Geospasial (BIG) juga menunjukkan koridor aliran debris akibat galodo membentang sekitar 2,17 kilometer dari kawasan hulu menuju Arosuka.

Perbedaan ketinggian sepanjang koridor tersebut mencapai sekitar 434 meter dan sedikitnya 378 bangunan teridentifikasi terdampak langsung. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Fauzi Bahar Buka Suara Soal Dugaan Babat Hutan Lindung Untuk Lapangan Golf di Air Dingin 

6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Walhi Sumbar Sebut Anggota DPRD Kota Padang Diduga Buka Lahan di Hulu DAS Kuranji 

6 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Mantan Walikota Padang Diduga Babat Hutan Lindung Untuk Lapangan Golf di Hulu DAS Air Dingin

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Hendri Arnis Lantik Doni Hendra sebagai Sekda Definitif Padang Panjang

6 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gelombang Laut di Perairan Sumbar 6 Oktober 2026, Tertinggi di Pagai Capai 4 Meter

6 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Trending Topik News