Covesia.co.id – Tokoh Minang yang juga mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Bachtiar Chamsyah, meninggal dunia pada Kamis (24/9/2026) malam.
Bachtiar Chamsyah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.20 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kabar meninggalnya Bachtiar dibenarkan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar Dt Nan Sati.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang kerahmatullah Bapak kita, Dr H Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Sosial RI,” kata Fauzi Bahar, Kamis malam.
Fauzi menyampaikan duka atas berpulangnya Bachtiar Chamsyah yang dikenal sebagai salah seorang tokoh asal Minangkabau yang memiliki perjalanan panjang di tingkat nasional.
“Beliau adalah tokoh Minang yang telah banyak memberikan sumbangsih untuk bangsa dan negara,” kata Fauzi.
Setelah meninggal dunia di RSCM, jenazah Bachtiar rencananya disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Jalan Puspitek Raya, kawasan Setu, Tangerang Selatan. Informasi mengenai waktu dan lokasi pemakaman selanjutnya menunggu keterangan keluarga.
Putra Minang yang Lahir di Aceh
Bachtiar Chamsyah lahir di Sigli, Pidie, Aceh, pada 31 Desember 1945. Meski lahir dan tumbuh di Aceh, Bachtiar berasal dari keluarga berdarah Minangkabau yang berasal dari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Hubungannya dengan ranah Minang tetap kuat. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh nasional asal Minangkabau dan menyandang gelar adat Datuak Marajo Nan Sati.
Semasa muda, Bachtiar aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah bergabung dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) dan kemudian aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Saat menempuh pendidikan di Medan, ia pernah menjadi Ketua Komisariat HMI AAN Negeri Medan pada 1967.
Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Umum HMI Cabang Medan. Kiprahnya di HMI berlanjut hingga dipercaya memimpin Badko HMI Sumatera Utara pada 1976.
Di bidang pendidikan, Bachtiar menempuh pendidikan ekonomi. Ia tercatat menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area pada 1997.
Masuk Politik dan DPR
Dari dunia organisasi, Bachtiar kemudian masuk ke jalur politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia kemudian menjadi anggota DPR RI dari PPP.
Pengalaman di parlemen membuat namanya semakin dikenal dalam percaturan politik nasional.
Karier politiknya mencapai puncak ketika ia dipercaya menjadi Menteri Sosial.
Bachtiar menjabat Menteri Sosial pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Kabinet Gotong Royong. Setelah pemerintahan berganti, ia kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Secara keseluruhan, Bachtiar menjabat Menteri Sosial sejak 2001 hingga 2009. Ia menjadi salah satu menteri yang bertahan melewati dua pemerintahan berbeda.
Bachtiar mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Sosial pada 2009. Setelah tidak lagi berada di pemerintahan, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.
Di lingkungan Minangkabau, Bachtiar tetap terlibat dalam kegiatan adat dan sosial. Ia tercatat hadir dalam berbagai kegiatan LKAAM Sumbar dan kegiatan masyarakat Minang di ranah maupun rantau.
Pada 2022, misalnya, Bachtiar turut hadir dalam pengukuhan pengurus LKAAM Sumbar yang dipimpin Fauzi Bahar.
Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar juga menyampaikan harapan agar LKAAM menjadi salah satu lembaga yang berada di garis depan dalam menerapkan falsafah adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Kepergian Bachtiar Chamsyah pada usia 80 tahun menutup perjalanan panjang seorang putra keturunan Minangkabau yang berkiprah dari dunia organisasi mahasiswa, politik, parlemen hingga dipercaya menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia. (*)










