Covesia.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk meningkatkan kapasitas dokter dan dokter spesialis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Pemprov Sumbar dan FKUI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan sektor kesehatan.
Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan rumah sakit, puskesmas, obat-obatan, dan peralatan medis.
Ketersediaan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi, kualitas, pemerataan, dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar ingin membuka ruang yang lebih luas bagi dokter asal Sumbar untuk mengembangkan kompetensi, termasuk melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Sumbar.
“Kita berharap kerja sama ini dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi dokter asal Sumbar untuk mengembangkan kompetensinya, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan pelayanan kesehatan di daerah,” katanya.
Menurut Mahyeldi, FKUI memiliki kapasitas akademik dan keilmuan yang dapat mendukung pengembangan SDM kesehatan Sumbar, baik melalui pendidikan, penelitian maupun pelayanan kesehatan.
Ia menilai keterhubungan antara perguruan tinggi, rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan agar pengembangan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Kita ingin membangun hubungan yang saling menguatkan. Pendidikan memberikan penguatan kompetensi, penelitian menghasilkan solusi, dan pelayanan kesehatan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi menyebut Komitmen Bersama dengan FKUI merupakan penguatan dari kerja sama yang sebelumnya telah dibangun Pemprov Sumbar dengan Universitas Indonesia.
Kerja sama tersebut dituangkan melalui Kesepakatan Bersama Nomor 120-005/MoU/GSB-2022 dan Nomor 27/NKB/R/UI/2022 yang ditandatangani pada 14 Maret 2022.
Kesepakatan itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan masyarakat serta pembangunan di Sumatera Barat.
“Komitmen bersama dengan FKUI hari ini merupakan penguatan dari fondasi kerja sama yang telah kita bangun bersama. Kita berharap kerja sama pada tingkat universitas dapat semakin diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dan dekat dengan kebutuhan pembangunan kesehatan Sumatera Barat,” ungkapnya.
Mahyeldi juga mengapresiasi Universitas Indonesia dan FKUI, khususnya Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K), atas komitmen dalam memperkuat kerja sama dengan Pemprov Sumbar.










