Covesia.co.id – Polda Sumatera Barat mengerahkan dua anjing pelacak untuk menyisir kawasan terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok.
Pengerahan dua satwa K9 jenis Herder dengan spesifikasi Search and Rescue (SAR) itu difokuskan untuk membantu menemukan satu korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Penyisiran dimulai dari kawasan belakang Kantor Bupati Solok, kemudian dilanjutkan mengikuti jalur yang dilalui aliran air bah. Sejumlah titik yang sulit dijangkau melalui pencarian manual menjadi sasaran penyisiran.
Dalam operasi tersebut, dua K9 dari Unit Polsatwa Direktorat Samapta Polda Sumbar dikerahkan bersama empat personel dan dua unit kendaraan khusus.
Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas mengatakan, pelibatan K9 dilakukan untuk memperluas pencarian sekaligus membantu tim menemukan petunjuk keberadaan korban.
“Kami menerjunkan empat personel terlatih beserta dua ekor satwa K9 jenis Herder spesifikasi SAR dan dua unit ransus. Pelaksanaan pencarian dimulai dari titik belakang Kantor Bupati dengan menyusuri jalur aliran air bah,” ujarnya.
Menurut Andre, kemampuan anjing pelacak dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi jejak atau petunjuk yang mungkin masih berada di kawasan terdampak bencana.
“Keahlian satwa pelacak ini diharapkan dapat membantu melacak jejak maupun petunjuk penting di lokasi secara lebih efektif dan presisi,” katanya.
Operasi tersebut dipimpin Kasubnit Harvet Polsatwa Aipda Hamidi Rahmadhoni. Ia bersama Briptu Muhardi Iqbal, Bripda Alif Mulya Putra, dan Bripda Visky Wiryan Sugiat melakukan penyisiran menggunakan dua kendaraan khusus.
Tim menyusuri jalur aliran air bah dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi memberikan petunjuk terkait keberadaan korban.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, pengerahan Unit Polsatwa merupakan bagian dari upaya kepolisian mengoptimalkan sumber daya dalam operasi pencarian dan penanganan bencana.
“Hingga saat ini, tim gabungan Unit Polsatwa bersama unsur instansi terkait masih melakukan penyisiran intensif di lapangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel,” katanya.










