Menu

Mode Gelap
IMM Desak Kejati Sumbar Usut Tuntas Dugaan Pajak dan Kerusakan Lingkungan CV Putra YLM Kondisi Menurun, Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Pariaman Dirujuk ke RSUP M Djamil Pemko Padang Targetkan PAD Rp1,15 Triliun pada APBD 2027 62,9 Persen Pemilik Kendaraan di Tanah Datar Belum Bayar Pajak, Pemkab Gelar Razia Festival Literasi Payakumbuh Ditunda Akibat Penurunan Kualitas Udara Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Agam Terapkan PJJ Empat Hari

News

Kondisi Menurun, Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Pariaman Dirujuk ke RSUP M Djamil

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Kondisi Menurun, Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Pariaman Dirujuk ke RSUP M Djamil Perbesar

Covesia.co.id — Setelah dua hari mendapat penanganan medis di Kota Pariaman, Dua Siswi MTsN 1 Pauh yang menjadi Korban Dugaan Keracunan MBG dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang pada Rabu (16/9/2026).

Selama perawatan di RS Sadikin, kedua siswi ini terus mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Kedua siswi tersebut yakni Cacha Dwi Hariwati (15), siswi kelas IX.3, dan Luthfiyah Latisya (14), siswi kelas VIII.2.

Cacha mengalami sesak, denyut nadi lemah, tekanan darah rendah, serta mual dan muntah. Sementara Luthfiyah mengalami sesak serta kondisi denyut nadi dan jantung yang lemah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, mengatakan kedua siswa sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Sadikin, Kota Pariaman.

“Yang dirujuk ada dua orang ke M Djamil Padang,” kata Rudy ketika dikonfirmasi Covesia.co.id pada Rabu (16/9/2026).

Sebelumnya, kondisi kedua siswi tersebut masih terus dipantau. Rudy mengatakan kondisi kesehatan keduanya belum baik, ditandai dengan denyut nadi yang melandai dan tekanan darah yang terus dipantau.

“Untuk kondisinya selama dirawat memang belum baik. Denyut nadinya melandai dan tensinya juga terus dipantau,” kata Rudy

Rujukan ke RSUP M Djamil dilakukan karena kedua siswi membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut. Saat dirujuk, keduanya masih dalam keadaan sadar.

“Saat dirujuk ke M Djamil, siswa masih dalam keadaan sadar. Ini untuk check up lebih lanjut karena di rumah sakit sebelumnya tidak ada ruangan ICU,” ujarnya.

Rudy mengatakan rujukan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan kondisi kedua siswi mendapat penanganan dengan fasilitas yang lebih memadai.

“Kalau tidak dilarikan ke M Djamil, dikhawatirkan akan lebih parah karena kekurangan alat di rumah sakit sebelumnya,” jelasnya.

Untuk biaya pengobatan dan perawatan kedua siswi yang dirujuk ke RSUP M Djamil, seluruhnya ditanggung oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pauh Pariaman.

“Biaya yang dikeluarkan sepenuhnya ditanggung atau ditanggulangi oleh mitra SPPG Pauh Pariaman,” katanya.

Sementara itu, total siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di Kota Pariaman mencapai 123 orang.

Dinas Kesehatan Kota Pariaman bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa yang terdampak, termasuk mereka yang masih menjalani perawatan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

IMM Desak Kejati Sumbar Usut Tuntas Dugaan Pajak dan Kerusakan Lingkungan CV Putra YLM

16 September 2026 - 21:05 WIB

Pemko Padang Targetkan PAD Rp1,15 Triliun pada APBD 2027

16 September 2026 - 16:13 WIB

62,9 Persen Pemilik Kendaraan di Tanah Datar Belum Bayar Pajak, Pemkab Gelar Razia

16 September 2026 - 15:45 WIB

Festival Literasi Payakumbuh Ditunda Akibat Penurunan Kualitas Udara

16 September 2026 - 15:28 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Agam Terapkan PJJ Empat Hari

16 September 2026 - 15:18 WIB

Trending Topik News