Covesia.co.id — Setelah dua hari mendapat penanganan medis di Kota Pariaman, Dua Siswi MTsN 1 Pauh yang menjadi Korban Dugaan Keracunan MBG dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang pada Rabu (16/9/2026).
Selama perawatan di RS Sadikin, kedua siswi ini terus mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Kedua siswi tersebut yakni Cacha Dwi Hariwati (15), siswi kelas IX.3, dan Luthfiyah Latisya (14), siswi kelas VIII.2.
Cacha mengalami sesak, denyut nadi lemah, tekanan darah rendah, serta mual dan muntah. Sementara Luthfiyah mengalami sesak serta kondisi denyut nadi dan jantung yang lemah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, mengatakan kedua siswa sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Sadikin, Kota Pariaman.
“Yang dirujuk ada dua orang ke M Djamil Padang,” kata Rudy ketika dikonfirmasi Covesia.co.id pada Rabu (16/9/2026).
Sebelumnya, kondisi kedua siswi tersebut masih terus dipantau. Rudy mengatakan kondisi kesehatan keduanya belum baik, ditandai dengan denyut nadi yang melandai dan tekanan darah yang terus dipantau.
“Untuk kondisinya selama dirawat memang belum baik. Denyut nadinya melandai dan tensinya juga terus dipantau,” kata Rudy
Rujukan ke RSUP M Djamil dilakukan karena kedua siswi membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut. Saat dirujuk, keduanya masih dalam keadaan sadar.
“Saat dirujuk ke M Djamil, siswa masih dalam keadaan sadar. Ini untuk check up lebih lanjut karena di rumah sakit sebelumnya tidak ada ruangan ICU,” ujarnya.
Rudy mengatakan rujukan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan kondisi kedua siswi mendapat penanganan dengan fasilitas yang lebih memadai.
“Kalau tidak dilarikan ke M Djamil, dikhawatirkan akan lebih parah karena kekurangan alat di rumah sakit sebelumnya,” jelasnya.
Untuk biaya pengobatan dan perawatan kedua siswi yang dirujuk ke RSUP M Djamil, seluruhnya ditanggung oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pauh Pariaman.
“Biaya yang dikeluarkan sepenuhnya ditanggung atau ditanggulangi oleh mitra SPPG Pauh Pariaman,” katanya.
Sementara itu, total siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di Kota Pariaman mencapai 123 orang.
Dinas Kesehatan Kota Pariaman bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa yang terdampak, termasuk mereka yang masih menjalani perawatan. (*)










