Menu

Mode Gelap
Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Sebelum Ratusan Warga Palupuh Agam Diduga Keracunan SPPG Palupuh Ditutup Sementara Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga” Diduga Cabuli Anak, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat

News

Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Sebelum Ratusan Warga Palupuh Agam Diduga Keracunan

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Sebelum Ratusan Warga Palupuh Agam Diduga Keracunan Perbesar

Covesia.co.id – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada penerima manfaat di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam menjadi perhatian setelah ratusan siswa dan warga mengalami gejala sakit perut, mual, muntah hingga diare.

Menu tersebut dibagikan pada Selasa (1/9/2026), sebelum keluhan kesehatan mulai muncul di sejumlah sekolah dan masyarakat di Kecamatan Palupuh.

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, paket MBG itu terdiri dari nasi putih dengan taburan bawang goreng, telur puyuh, tahu goreng, kuah gulai, potongan tomat, timun, daun selada serta buah semangka.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan bahan atau menu mana yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dari satu dapur SPPG,” kata Hendri, Kamis (3/9/2026).

Kasus tersebut pertama kali dilaporkan setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.

Jumlah korban kemudian terus bertambah setelah petugas melakukan pendataan di sejumlah sekolah dan fasilitas kesehatan.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 08 Nan Limo. Kepala SDN 08 Nan Limo, Jonnedi, mengatakan sebanyak 54 siswanya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“MBG masuk ke sekolah pada Senin dengan menu nasi putih, sayur timun dan selada, telur puyuh dan tahu,” ujar Jonnedi, Kamis (3/9/2026).

Menurut Jonnedi, keluhan mulai dirasakan siswa pada hari berikutnya. Gejala yang dialami antara lain pusing, mual, muntah dan diare.

“Keluhan yang dialami siswa di antaranya pusing, mual, muntah dan diare. Sehingga siswa itu dibawa ke puskesmas kemarin,” jelasnya.

Keluhan serupa juga dialami warga yang menerima paket MBG melalui Posyandu. Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengatakan istri dan anaknya turut mengalami sakit setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Keduanya menerima paket MBG pada Selasa dan mengonsumsinya sekitar pukul 12.00 WIB.

“Tidak lama setelah makan, istri saya mengalami sakit perut, mual, sampai demam tinggi. Anak saya juga mengalami hal yang sama,” kata Novri.

Novri menyebut makanan yang diterima keluarganya antara lain tempe dan telur puyuh. Namun, ia mengaku tidak mengingat seluruh isi paket makanan tersebut.

Sementara itu, Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengaku terkejut setelah mengetahui banyak penerima MBG mengalami keluhan kesehatan.

Menurutnya, tidak ada laporan mengenai dugaan keracunan ketika makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

“Kami juga kaget dengan kejadian hari ini. Saat pembagian MBG, tidak ada laporan keracunan,” kata Wahyu.

Dinas Kesehatan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) kemudian melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel makanan serta sampel dari sejumlah korban.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan setelah konsumsi makanan MBG.

Jumlah korban sendiri mengalami perubahan seiring proses pendataan. Dinas Kesehatan Agam sebelumnya mencatat 237 orang mendapat penanganan, sementara pendataan pemerintah kecamatan dan tim gabungan kemudian mencatat jumlah yang lebih tinggi.

Saat ini, perhatian diarahkan pada hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan kontaminasi makanan, bahan baku maupun proses pengolahan di dapur SPPG.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, operasional SPPG Palupuh dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian.

Hasil laboratorium nantinya menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian sekaligus langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Palupuh. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

SPPG Palupuh Ditutup Sementara Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan

3 September 2026 - 10:43 WIB

Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah

2 September 2026 - 21:57 WIB

Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga”

2 September 2026 - 19:21 WIB

Diduga Cabuli Anak, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa

2 September 2026 - 18:31 WIB

364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

2 September 2026 - 17:24 WIB

Trending Topik News