Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

News

SPPG Palupuh Ditutup Sementara Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

SPPG Palupuh Ditutup Sementara Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan Perbesar

Covesia.co.id – Pemerintah Kabupaten Agam menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh sejak Rabu (2/9/2026).

Tindakan ini dilakukan setelah ratusan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan terkait yang telah diambil oleh petugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan hingga Rabu (2/9/2026) sebanyak 237 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat keluhan yang muncul setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Untuk sementara operasional SPPG dihentikan sementara, sampai hasil pemeriksaan labor keluar dari BPOM,” kata Hendri, Rabu (2/9/2026).

Keluhan yang dialami warga antara lain sakit perut, mual, muntah, diare dan pusing. Korban yang mendapat penanganan terdiri dari penerima manfaat di sejumlah sekolah di Kecamatan Palupuh.

Dari ratusan warga yang mendapatkan pelayanan medis tersebut, sebagian telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Dua korban sempat dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hendri mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan penanganan sekaligus mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

“Saat ini sampel makanan diperiksa ke BPOM Padang,” ujarnya.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sampai proses investigasi selesai.

“Kita menunggu hasil investigasi dari BBPOM dan dinas terkait. Untuk sementara kita meminta agar dapur MBG tidak beroperasi dulu sampai hasil investigasi keluar,” ujar Iqbal.

Menurutnya, pemerintah belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan laboratorium.

“Kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh. Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah koordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya,” jelasnya.

Sebelum kejadian tersebut, SPPG Palupuh Pasia Laweh diketahui telah mendapat pengawasan terkait keamanan dan mutu pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Agam pada Agustus 2026.

Dalam pengawasan tersebut, SPPG disebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sedang dalam proses memperoleh sertifikasi HACCP.

Pemeriksaan juga mencakup penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga pendistribusian makanan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif

19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

19 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui

19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending Topik News