Covesia.co.id — Harga sejumlah bahan dapur yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat mulai mengalami kenaikan di sejumlah pasar Kota Padang. Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai yang pasokannya disebut pedagang berkurang.
Di Pasar Pagi Rawang Panjang, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, pedagang mengaku harga cabai dan sejumlah kebutuhan dapur lainnya mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.
Afniyanti (56), pedagang yang telah berjualan lebih dari 20 tahun, mengatakan kenaikan harga berkaitan dengan berkurangnya barang yang masuk dari pemasok.
“Banyak yang gagal panen, jadi barang yang masuk ke pasar juga berkurang. Kalau barang sedikit, otomatis harganya naik,” ujar Afniyanti saat ditemui di Pasar Pagi Rawang Panjang, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada cabai, tetapi juga sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih dan tomat.
Meski harga dari pemasok naik, pedagang tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi karena mempertimbangkan daya beli masyarakat.
“Kalau untuk cabai dan bahan masak lainnya, saya paling mengambil untung sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000 per kilogram. Tidak bisa juga kita jual mahal, nanti masyarakat tidak sanggup membeli,” katanya.
Kenaikan harga cabai juga terpantau di Pasar Raya Padang. Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Kota Padang pada 1 September 2026, harga cabai keriting hijau naik dari Rp38.667 menjadi Rp46.000 per kilogram. Sementara cabai keriting merah naik dari Rp44.000 menjadi Rp45.333 per kilogram.
Kondisi serupa terlihat pada pemantauan Pasar Raya sehari sebelumnya. Harga cabai merah keriting disebut naik dari sekitar Rp35.000 menjadi Rp44.000 per kilogram karena pasokan ke pedagang tersendat.
Afniyanti juga mengeluhkan kualitas sebagian barang yang diterima dari pemasok. Menurutnya, komoditas dengan kualitas kurang baik membuat pedagang berpotensi mengalami kerugian karena tidak seluruh barang dapat dijual.
“Kita beli dengan harga mahal, tetapi barangnya tidak bagus. Akhirnya banyak yang tidak laku dan dijual murah sehingga saya rugi banyak,” ungkapnya.
Ia berharap pasokan kembali normal dan kualitas komoditas yang diterima pedagang lebih baik sehingga harga kebutuhan dapur tetap terjangkau masyarakat.
Sementara itu, secara umum pergerakan harga pangan di Padang dipengaruhi dinamika pasokan dan permintaan.
Dinas Perdagangan Kota Padang menyatakan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus mengantisipasi perubahan harga. (*)










