Covesia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memastikan enam unit Early Warning System (EWS) banjir yang berada di sejumlah titik rawan luapan air dalam kondisi aktif dan berfungsi optimal.
Kepastian itu diperoleh setelah BPBD Kota Padang melakukan monitoring, evaluasi dan pengujian terhadap perangkat EWS pada Rabu (26/8/2026).
Pengujian dilakukan untuk memastikan perangkat dapat memberikan peringatan kepada masyarakat apabila terjadi potensi banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan seluruh enam unit EWS banjir yang diperiksa berfungsi dengan baik.
“Dari pengujian dan evaluasi yang kami lakukan hari ini, sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik,” kata Hendri, Kamis (27/8/2026).
Enam EWS banjir tersebut berada di Perumahan Lumin Park, Objek Wisata Pemandian Lumin, Gunung Nago, Tabiang Banda Gadang, Kantor Balai Pemuda Ikua Koto, serta Musholla Al-Hikmah Ikua Koto.
Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan yang memiliki potensi terdampak luapan air maupun berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
Dalam pengujian tersebut, BPBD tidak hanya memastikan perangkat menyala. Petugas juga memeriksa modul suara (voice) dan sirine yang menjadi bagian penting dalam sistem peringatan dini.
Lalu, apa sebenarnya EWS banjir?
Early Warning System atau EWS adalah sistem peringatan dini yang digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi terjadinya bencana sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi lebih berbahaya.
Pada EWS banjir, perangkat dirancang untuk membantu mendeteksi atau memantau kondisi yang berkaitan dengan potensi luapan air.
Ketika kondisi yang dipantau mencapai batas tertentu, sistem dapat digunakan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat melalui suara atau sirine.
Dengan demikian, EWS bukan alat untuk mencegah banjir. Fungsi utamanya adalah memberikan waktu tambahan kepada masyarakat untuk bersiap, menyelamatkan barang penting, menuju tempat aman atau melakukan evakuasi ketika terdapat ancaman banjir.
Hendri mengatakan keberadaan perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di Kota Padang.
Menurutnya, alat peringatan dini harus dipastikan dalam kondisi siap sebelum bencana terjadi.
“Pengujian rutin ini merupakan komitmen BPBD Kota Padang untuk memastikan seluruh peralatan peringatan dini siap siaga demi keselamatan warga dari potensi ancaman bencana,” ujarnya.
Selain enam EWS banjir, BPBD Kota Padang pada waktu yang sama juga menguji 32 unit EWS tsunami. Dengan demikian, total terdapat 38 perangkat EWS tsunami dan banjir yang dipastikan aktif dan berfungsi optimal.
Pengecekan berkala dinilai penting karena keberadaan EWS baru efektif apabila perangkat dapat berfungsi ketika masyarakat membutuhkan peringatan. BPBD juga terus melakukan pemeliharaan untuk menjaga keandalan sistem peringatan dini tersebut.
Kesiapan EWS menjadi semakin penting bagi Kota Padang yang memiliki ancaman bencana hidrometeorologi, termasuk banjir.
Pada 3 Agustus 2026 lalu, hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang dan berdampak pada beberapa kawasan di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah serta Bungus Teluk Kabung.
Karena itu, keberadaan EWS di titik-titik rawan diharapkan dapat membantu mempercepat penyampaian informasi kepada warga apabila terjadi peningkatan ancaman banjir. (*)










