Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

News

Update Gempa M7,7 NTT: Korban Meninggal Tembus 68 Orang, 213 Luka-Luka

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Update Gempa M7,7 NTT: Korban Meninggal Tembus 68 Orang, 213 Luka-Luka Perbesar

Covesia.co.id — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Senin (17/8/2026) sore.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan angka tersebut merupakan hasil pemutakhiran data korban yang diterima dari sejumlah wilayah terdampak.

Proses pendataan dan identifikasi korban masih dilakukan oleh petugas di lapangan sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah.

“Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).

Berdasarkan data BNPB, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 26 orang.

Disusul Manggarai Timur sebanyak 24 orang. Selanjutnya Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Ende, Manggarai Barat dan Ngada masing-masing dua orang.

Selain korban meninggal, sebanyak 213 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Petugas gabungan masih melakukan penanganan terhadap warga terdampak sekaligus mendata kerusakan bangunan dan fasilitas umum di sejumlah lokasi.

Situasi pascagempa juga masih diwarnai aktivitas gempa susulan. BNPB mencatat sedikitnya 1.576 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama.

Salah satu gempa susulan tercatat mencapai magnitudo 6,21, sementara sejumlah gempa lainnya memiliki kekuatan yang lebih kecil dan sebagian besar tidak dirasakan masyarakat.

Berton mengatakan perkembangan situasi masih terus dipantau, termasuk kemungkinan adanya penambahan korban setelah petugas melakukan penyisiran dan pendataan di wilayah terdampak.

“Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, tenaga medis dan relawan terus melakukan penanganan darurat.

Pencarian dan pertolongan terhadap korban menjadi salah satu prioritas, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Distribusi bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian dan kebutuhan dasar lainnya juga terus dilakukan.

Pengiriman bantuan diarahkan ke wilayah yang mengalami kerusakan maupun daerah yang masyarakatnya masih membutuhkan dukungan akibat terganggunya aktivitas sehari-hari.

Pemerintah juga memperkuat koordinasi melalui satuan tugas penanganan bencana di daerah. Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan pengungsi, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan serta pendataan kerusakan dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Sementara itu, warga di sejumlah wilayah terdampak masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan dan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak kembali ke dalam bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Warga juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi kebencanaan serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Dengan masih berlangsungnya proses pencarian, pendataan dan penanganan darurat, pemerintah memastikan perkembangan jumlah korban serta kerusakan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

Kondisi tersebut membuat penanganan gempa NTT masih menjadi prioritas, terutama untuk memastikan keselamatan warga, menemukan korban yang mungkin masih tertimbun, memenuhi kebutuhan para pengungsi dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS

1 September 2026 - 17:14 WIB

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar

1 September 2026 - 16:50 WIB

Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC

1 September 2026 - 16:38 WIB

Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang

1 September 2026 - 13:34 WIB

Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

1 September 2026 - 11:42 WIB

Trending Topik News