Menu ✖

Mode Gelap
Dirawat di RSAM Bukittinggi, Begini Kondisi Korban Perampokan di Agam Warga Siberut Utara Dipastikan Tak Dapat Beras Bansos Tahap 3, Camat : Berasnya Tak Layak Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank HUT ke-62 Golkar, Pasar Murah Digelar di Empat Kecamatan di Sawahlunto Bandar dan Kurir Sabu Digerebek Tim Gabungan di Kinali

News

700 Kg Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Korban Gempa NTT, Target 5 Ton

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

700 Kg Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Korban Gempa NTT, Target 5 Ton Perbesar

Covesia.co.id – Sebanyak 700 kilogram rendang diberangkatkan dari Sumatera Barat untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari gerakan pengumpulan rendang dengan target mencapai 5 ton.

Pengiriman perdana dilakukan pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bantuan diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A-1333 dari Landasan TNI AU di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar mengatakan pengiriman rendang tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Sumbar terhadap warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

“Saat gempa 2009, Sumbar dibantu seluruh masyarakat Indonesia. Hari ini saudara kita di NTT merasakan hal yang sama,” kata Fauzi usai melepas pengiriman bantuan di BIM.

Menurut Fauzi, rendang dipilih sebagai salah satu bantuan pangan karena praktis dan relatif tahan lama.

Kondisi tersebut dinilai sesuai untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan setelah bencana.

“Rendang gampang disajikan. Bisa dipanaskan dan tahan sampai tiga bulan,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, bantuan tersebut dihimpun dari masyarakat Sumatera Barat, baik yang berada di kampung halaman maupun para perantau.

Donasi yang terkumpul tidak hanya dalam bentuk rendang siap santap, tetapi juga berupa uang dan daging yang kemudian diolah menjadi rendang.

Seluruh bantuan tersebut dipersiapkan melalui kantor LKAAM Sumbar sebelum dikirim secara bertahap ke wilayah terdampak gempa di NTT.

Ia menyebut kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus segera dibantu karena kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih belum sepenuhnya pulih.

“Saudara kita di NTT pasti menunggu. Air dan listrik belum mengalir. Rumah runtuh. Mereka belum bisa memasak. Rendang ini sudah dimasak dan siap dimakan,” tutur Fauzi.

Pengiriman 700 kilogram tersebut menjadi tahap awal dari target pengumpulan 5 ton rendang. Bantuan berikutnya akan dikirim secara bertahap menyesuaikan jumlah rendang yang berhasil dihimpun dari masyarakat.

Gerakan tersebut sekaligus menunjukkan solidaritas masyarakat Sumatera Barat terhadap daerah lain yang sedang menghadapi bencana.

Rendang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Minangkabau, dalam situasi ini dimanfaatkan sebagai pangan bantuan yang praktis bagi para penyintas.

Pengiriman bantuan pada momentum HUT ke-81 RI juga menjadi simbol kepedulian antarsesama masyarakat Indonesia.

Bantuan diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan warga NTT sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dirawat di RSAM Bukittinggi, Begini Kondisi Korban Perampokan di Agam

20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Warga Siberut Utara Dipastikan Tak Dapat Beras Bansos Tahap 3, Camat : Berasnya Tak Layak

20 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga

20 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank

20 Oktober 2026 - 14:02 WIB

HUT ke-62 Golkar, Pasar Murah Digelar di Empat Kecamatan di Sawahlunto

20 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Trending Topik News