Covesia.co.id — Seorang pelajar laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan diduga hanyut saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Air Tawar Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).
Korban diketahui bernama Zaher, warga Air Tawar Barat. Ia dilaporkan tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 13.15 WIB dan hingga Sabtu sore masih dalam pencarian tim SAR gabungan bersama warga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut diterima pihaknya pada Sabtu sekitar pukul 13.30 WIB.
“Informasi yang kami terima, korban sedang mandi bersama teman-temannya di Sungai samping Basko Hotel Sekitar pukul 13.15 WIB korban dilaporkan tenggelam dan hingga saat ini belum ditemukan,” kata Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian setelah mengetahui korban tenggelam.
Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR Padang langsung mengerahkan lima personel menuju lokasi kejadian sekitar pukul 13.45 WIB.
Tim membawa sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan, termasuk rescue truck, perahu LCR dengan motor penggerak, peralatan SAR air, peralatan medis, komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
“Lima personel kami berangkat menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Tim membawa peralatan SAR air dan peralatan pendukung untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Abdul Malik.
Hingga laporan ini dibuat, korban masih berstatus dalam pencarian. Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 knot.
Abdul Malik mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di sungai, terutama ketika kondisi arus sungai berpotensi berubah.
“Yang paling penting adalah keselamatan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan, karena kondisi arus dapat berubah dan membahayakan,” katanya.
Operasi pencarian terhadap Zaher masih dilakukan oleh tim SAR bersama unsur terkait dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. (*)










