Covesia.co.id — Hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah Kota Padang pada Jumat (14/8/2026) sore.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengeluarkan peringatan waspada kepada seluruh masyarakat kota Padang.
Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi sangat berpotensi banjir, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton meminta masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) meningkatkan kewaspadaan selama hujan deras berlangsung.
Warga juga diminta tidak berada di tepi sungai karena debit air dapat meningkat sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah aliran sungai dan wilayah yang rawan banjir bandang. Kalau hujan deras berlangsung cukup lama, sebaiknya warga menjauhi sungai dan mencari tempat yang lebih aman,” ujar Hendri kepada covesia.co.id, Jumat sore.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kota Padang.
Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga dapat menyebabkan longsor di kawasan perbukitan serta pohon tumbang akibat angin kencang.
BPBD Kota Padang sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca ekstrem, termasuk genangan, banjir bandang, dan tanah longsor di kawasan rawan.
Warga diminta tidak mengabaikan peringatan dini ketika hujan deras mulai terjadi.
Kewaspadaan terhadap sungai menjadi penting karena aliran air dapat meningkat dengan cepat ketika hujan turun deras di wilayah hulu.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir bandang tanpa harus diawali genangan dalam waktu lama di kawasan permukiman.
Hendri mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, warga diminta segera mengambil langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memburuk, terutama mereka yang tinggal di sekitar sungai, lereng perbukitan, maupun kawasan yang memiliki riwayat banjir dan longsor.
“Kita minta masyarakat jangan menunggu sampai air datang. Jika hujan deras dan kondisi sungai mulai berubah, segera menjauh dari bantaran sungai dan ikuti arahan petugas,” katanya.
BPBD juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah. Saluran drainase yang tersumbat perlu segera dibersihkan agar air hujan tidak meluap dan menimbulkan genangan.
Dalam kejadian hujan lebat sebelumnya di Kota Padang pada 3 Agustus 2026, BPBD mencatat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak siang menyebabkan sejumlah titik mengalami genangan. Tim BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Kelompok Siaga Bencana dikerahkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi warga.
Sehari setelah kejadian tersebut, BPBD Kota Padang melaporkan enam pohon tumbang di sejumlah lokasi. Tim gabungan dikerahkan untuk membersihkan material pohon agar tidak mengganggu lalu lintas maupun membahayakan masyarakat. Evakuasi juga dilakukan terhadap warga yang membutuhkan pertolongan akibat banjir.
Risiko banjir di Kota Padang bukan persoalan baru. Pada November 2025, hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah dan berdampak terhadap 27.433 warga.
Data Pusdalops BPBD Kota Padang saat itu mencatat dampak tersebar di sembilan kecamatan. Selain banjir, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan rumah dan infrastruktur serta longsor di sejumlah lokasi.
Karena itu, BPBD meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan dari tingkat keluarga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko, termasuk mengetahui jalur evakuasi dan lokasi aman terdekat.
Sementara itu, BMKG terus mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Pada Jumat (14/8/2026), misalnya, BMKG mencatat wilayah Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi tersebut diprakirakan berlangsung pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Kota Padang agar tidak menganggap hujan deras sebagai kondisi biasa.
Terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai dan kawasan perbukitan, perubahan cuaca dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko bencana.
BPBD memastikan personel tetap disiagakan untuk merespons laporan masyarakat dan melakukan evakuasi apabila terjadi kondisi darurat. Warga juga diminta segera menghubungi petugas jika menemukan tanda-tanda bahaya, seperti kenaikan debit sungai secara cepat, longsoran tanah, pohon yang mulai tumbang, atau genangan yang terus meninggi.
“Yang paling penting adalah keselamatan. Jangan mengambil risiko dengan tetap berada di lokasi yang rawan ketika hujan deras. Kalau kondisi sudah membahayakan, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Hendri.
Dengan potensi hujan lebat yang masih dapat terjadi, BPBD mengingatkan warga Kota Padang untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjauh dari sungai saat hujan deras dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. (*)










