Covesia.co.id – Bulan Oktober 2026 mendatang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar bakal menggelar Musyawarah Daerah (Musda-red). Moment ini sekaligus menjadi ajang pemilihan pucuk pimpinan organisasi di periode berikutnya.
Beberapa jurnalis TV di Sumatera Barat mulai bersiap memanaskan suhu politik internal, guna mencari dukungan dari rekan-rekan sesama jurnalis TV.
Salah satunya Andri Saputra, Jurnalis TVOne. Dirinya menyatakan diri siap maju menjadi salah satu kandidat dalam bursa calon ketua IJTI Sumbar periode 2026-2030.
Andri adalah jurnalis TV senior di Sumatera Barat. Ragam cerita dan berita perihal Sumatera Barat sudah banyak mengudara di sepanjang kariernya.
Ia sudah terkenal sebagai Jurnalos yang tangguh. Kerap di garis depan dalam mengejar fakta dan realita sebuah berita. Mulai dari isu kriminal, politik, sosial, budaya hingga bencana.
Bagi Andri, organisasi profesi bukan hanya tempat berhimpun para jurnalis televisi. Lebih dari itu, IJTI menjadi ruang kolaborasi, peningkatan kapasitas, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengalaman bertahun-tahun di media televisi nasional, organisasi IJTI bukanlah sebuah hal yang baru. Beberapa kali Andri duduk menjadi kepengurusan. Bahkan saat ini ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum IJTI Pengda Sumbar.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi modal yang diyakininya mampu membawa IJTI Sumbar menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
“Musda bukan sekadar momentum pergantian estafet kepemimpinan, melainkan ajang konsolidasi gagasan untuk memperkuat peran jurnalis televisi dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Andri Saputra yang akrab dipanggil Andri Menew ini kepada Covesia.co.id Kamis (6/8/2026).
Kalimat itu mencerminkan cara pandangnya terhadap organisasi. Baginya, kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi bagaimana organisasi mampu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan anggotanya sekaligus memberi kontribusi bagi masyarakat.
Mengangkat Isu Kebencanaan
Jika dipercaya memimpin IJTI Sumbar, Andri ingin menghadirkan organisasi yang lebih aktif dalam isu kebencanaan. Pilihan itu bukan tanpa alasan.
Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Gempa bumi, banjir, longsor hingga tsunami menjadi ancaman yang selalu membayangi masyarakat.
Sebagai jurnalis televisi yang kerap meliput berbagai peristiwa bencana, Andri memahami bahwa media memiliki peran besar, tidak hanya menyampaikan informasi saat bencana terjadi, tetapi juga membangun edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Ia ingin IJTI Sumbar menjadi organisasi profesi yang mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat literasi kebencanaan melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Baginya, jurnalisme tidak berhenti pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga harus menghadirkan informasi yang dapat menyelamatkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Semangat Pantang Menyerah
Di kalangan rekan-rekannya, Andri dikenal sebagai sosok pekerja keras yang terbiasa menyelesaikan tugas di lapangan dalam berbagai kondisi. Semangat pantang menyerah menjadi karakter yang melekat pada dirinya.
Karakter itu pula yang kini dibawanya dalam kontestasi Musda IJTI Sumbar.
Ia menyadari bahwa persaingan menuju kursi ketua diperkirakan berlangsung dinamis. Sejumlah nama lain seperti Defri Mulyadi (Imung), Wahyudi Agus, Fiki Tri Saputra, hingga Rio Johanes juga disebut-sebut berpeluang maju.
Namun, Andri memilih menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang demokrasi yang sehat untuk melahirkan gagasan terbaik bagi organisasi.
Menyiapkan Regenerasi
Musda IJTI Sumbar tahun ini tidak hanya akan memilih ketua baru, tetapi juga menentukan arah organisasi beberapa tahun ke depan.
Menurut Andri, regenerasi kepemimpinan harus diikuti dengan lahirnya kepengurusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam menyusun program, dan tetap menjaga nilai-nilai profesionalisme jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan disrupsi media, ia berharap IJTI Sumbar mampu menjadi rumah bersama bagi jurnalis televisi untuk terus belajar, berkembang, dan menjaga independensi profesi.
Bagi Andri Menew, pencalonan dirinya bukan semata mengejar posisi sebagai ketua. Lebih dari itu, ia ingin menghadirkan organisasi yang lebih kuat, lebih solid, dan semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Dengan pengalaman di lapangan, kiprah organisasi yang telah dijalani, serta semangat pantang menyerah yang menjadi prinsipnya, Andri kini bersiap melangkah menuju Musda IJTI Sumbar Oktober 2026, membawa harapan baru bagi masa depan organisasi jurnalis televisi di Ranah Minang. (*)










