Covesia.co.id – Seorang perempuan bernama Desi Fitriani (46), warga Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung meninggal dunia setelah tertabrak kereta api pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.10 WIB.
Peristiwa ini terjadi di perlintasan rel KM 12/700, tepatnya di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Padang Utara.
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, SH, MH, mengatakan korban tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 yang melaju dari arah Pariaman menuju Simpang Haru.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.10 WIB di jalur rel depan Bundaran UNP, ” Kata AKP Yuliadi ketika dikonfirmasi Covesia.co.id Selasa Sore.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban awalnya berdiri di pinggir rel. Saat kereta melintas, korban melangkah mundur ke arah rel hingga akhirnya tertabrak.
Ia menjelaskan, saksi sempat berteriak memperingatkan korban bahwa kereta api sedang melintas. Namun, diduga korban tidak mendengar peringatan tersebut.
“Menurut keterangan saksi, korban tampak seperti orang yang sedang pusing sebelum melangkah mundur. Saksi telah berupaya memberikan peringatan, namun korban tetap berada di jalur kereta sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujarnya.
Usai menerima laporan, personel Polsek Padang Utara langsung menuju lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Batalyon 133 ke Rumah Sakit Hermina.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya,” tutur AKP Yuliadi.
Polisi selanjutnya berupaya menghubungi keluarga korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga berhasil dihubungi dan tiba di Rumah Sakit Hermina sekitar pukul 15.50 WIB untuk menjemput jenazah.
AKP Yuliadi mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban sehari-hari bekerja sebagai relawan yang menggalang donasi untuk anak yatim di sebuah yayasan.
“Dari informasi yang disampaikan pihak keluarga, korban bekerja sebagai relawan yang meminta sumbangan untuk anak yatim. Keluarga juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir korban sering mengeluhkan pusing di rumah,” katanya.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mendokumentasikan kejadian sebagai bagian dari proses penanganan peristiwa tersebut. (*)










