Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau memprakirakan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat hingga 6 Agustus 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada Selasa (4/8/2026) hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada siang hingga sore hari, seperti Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya. Sementara itu, Solok Selatan diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Memasuki Rabu (5/8/2026), potensi hujan diperkirakan meluas. BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Sementara pada Kamis (6/8/2026), kondisi cuaca diprakirakan relatif lebih kondusif. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada siang hingga malam hari, namun BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat.
Selama periode tersebut, suhu udara di Sumatera Barat diperkirakan berkisar antara 17 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 65–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 4–26 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir, longsor, dan dekat aliran sungai, agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan apabila hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi yang cukup lama.
Sekretaris BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengimbau masyarakat agar tidak lengah meskipun intensitas hujan diperkirakan mulai berkurang pada akhir periode prakiraan. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, bantaran sungai, lereng perbukitan, maupun daerah yang memiliki riwayat longsor diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air sungai atau muncul tanda-tanda potensi longsor. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ilham.










