Covesia.co.id – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.20 WIB memicu luapan sungai di sejumlah wilayah. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga hingga sejumlah fasilitas umum di berbagai titik kota. Hujan tersebut juga disertai angin kencang dan kilat.
Sejumlah kawasan yang dilaporkan terdampak di antaranya Lubuk Minturun, Sungai Lareh, Kampung Guo di Kelurahan Gunung Sarik, Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji, serta beberapa titik lainnya di Kota Padang.
Di Kampung Guo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, air sungai berwarna keruh meluap hingga menggenangi permukiman warga. Sebuah video amatir memperlihatkan derasnya arus air yang keluar dari badan sungai, sementara sebuah alat berat terlihat berada di lokasi.
Banjir juga terjadi di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji. Genangan air merendam jalan dan kawasan perumahan akibat sungai yang meluap setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum. Halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Padang dipenuhi air akibat luapan sungai di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, Rumah Sakit Siti Rahmah juga ikut terdampak banjir. Genangan air memasuki area rumah sakit sehingga mengganggu aktivitas di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan adanya kenaikan debit air yang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Menurutnya, BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir.
“Datanya masih kami kumpulkan. Sementara di kawasan Lubuk Minturun, kebanyakan yang terdampak adalah kawasan perumahan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji dan kawasan Batu Busuk agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan evakuasi secara mandiri apabila kondisi air terus meningkat.
“Saat ini kondisi air sudah naik, jadi kami minta warga untuk menjauh dari sepanjang daerah aliran sungai,” tegas Hendri.
Hingga berita ini diterbitkan, BPBD Kota Padang masih menghimpun data terkait jumlah wilayah terdampak, korban, maupun kerugian akibat banjir. Masyarakat diimbau tetap waspada karena hujan masih berpotensi terjadi dan debit air sungai dapat kembali meningkat sewaktu-waktu.










